Komunikasi Orang Tua-Anak: Kunci Cegah Kekerasan pada Anak di Natuna
Pemerintah Kabupaten Natuna mengingatkan pentingnya komunikasi orang tua dengan anak untuk mencegah kekerasan dan memberikan perhatian pada kebutuhan emosional anak.
Natuna, 25 Februari 2024 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak sebagai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Hal ini disampaikan menyusul ditemukannya beberapa kasus anak yang rentan menjadi korban kekerasan karena kurangnya perhatian dan komunikasi dari orang tua.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Natuna, Yuli Ramadhanita, mengungkapkan keprihatinannya terkait kasus-kasus tersebut. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan hangat antara orang tua dan anak merupakan kunci utama dalam melindungi anak dari potensi bahaya.
"Ketika anak merasa nyaman berbicara dengan orang tuanya, mereka lebih mudah mengungkapkan jika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan. Ini sangat penting untuk mencegah mereka menjadi korban," jelas Yuli Ramadhanita dalam konfirmasi dari Natuna, Selasa.
Peran Komunikasi dalam Pencegahan Kekerasan Anak
Yuli Ramadhanita menjelaskan bahwa beberapa kasus yang ditemukan menunjukkan anak-anak yang merasa kesepian dan mencari perhatian di luar rumah. Kondisi ini, menurutnya, sangat mengkhawatirkan karena dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kekerasan atau eksploitasi. Mereka kerap memberikan apa yang dibutuhkan anak untuk mendapatkan kepercayaan dan akses.
Ia menduga bahwa kesibukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, seringkali membuat mereka melupakan kebutuhan emosional dan psikologis anak. Padahal, kebutuhan ini sama pentingnya dengan kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
"Sebagai orang tua, kita wajib menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan anak," tegasnya. Komunikasi yang berkualitas tidak hanya sekedar bertanya kabar, tetapi juga mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati terhadap apa yang dirasakan anak.
Upaya Pemkab Natuna dalam Perlindungan Anak
Pemerintah Kabupaten Natuna berkomitmen untuk melindungi perempuan dan anak di wilayahnya. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program, antara lain sosialisasi perlindungan anak dan perempuan yang dilakukan di sekolah-sekolah, desa, dan kelurahan.
Selain itu, DP3AP2KB Natuna juga memberikan layanan psikoedukasi kepada keluarga yang berisiko mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Keluarga berisiko ini diidentifikasi berdasarkan faktor-faktor tertentu, misalnya anak yang tinggal bersama ayah tiri atau hanya dengan ayah saja.
"Seperti anak yang tinggal bersama ayah tiri, atau dengan ayah saja," ujar Yuli Ramadhanita menjelaskan kriteria keluarga berisiko. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola konflik dan mencegah terjadinya kekerasan di dalam keluarga.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkab Natuna berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi. Pentingnya peran orang tua dalam berkomunikasi dan memperhatikan kebutuhan emosional anak sangat ditekankan sebagai fondasi utama dalam perlindungan anak.
Lebih lanjut, Yuli Ramadhanita mengajak seluruh orang tua di Natuna untuk lebih peka terhadap kondisi anak-anaknya. Dengan komunikasi yang baik, orang tua dapat mendeteksi dini jika anak mengalami masalah dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.