Longsor di Gumelar, Banyumas: BPBD Berhasil Buka Akses Jalan
BPBD Banyumas berhasil menangani tanah longsor di Gumelar akibat hujan deras, membuka akses jalan utama Ajibarang-Gumelar, meskipun beberapa lokasi masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (2/4) malam mengakibatkan tanah longsor di beberapa wilayah Kecamatan Gumelar. Longsoran tanah setinggi 20 meter dan lebar 10 meter di tanjakan Cogreg, Desa Cihonje, menutup akses jalan kabupaten dan menyumbat saluran drainase. BPBD Banyumas, dibantu oleh sukarelawan, langsung bergerak cepat menangani bencana ini. Peristiwa ini terjadi karena intensitas hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho, menyatakan bahwa penanganan darurat dilakukan untuk membuka akses jalan yang tertimbun material longsor. Upaya tersebut berhasil diselesaikan pada pukul 21.30 WIB, Rabu malam. Kendaraan roda dua dan empat kini dapat melintasi jalan utama penghubung Ajibarang dan Gumelar, meskipun hanya menggunakan satu jalur secara bergantian.
Meskipun akses jalan utama telah dibuka, BPBD Banyumas masih terus melakukan penanganan dan asesmen terhadap lokasi longsor. Hal ini penting untuk mencegah potensi bahaya lebih lanjut dan memastikan keselamatan warga sekitar. Selain itu, BPBD juga mencatat adanya longsor yang mengancam rumah warga di Desa Cihonje dan longsor di jalan lingkungan setempat.
Penanganan Longsor dan Banjir di Gumelar
BPBD Banyumas tidak hanya menangani longsor di tanjakan Cogreg. Terdapat laporan tanah longsor atau ambles di sebelah barat hutan Kaliung yang memutus akses jalan penghubung Desa Sidamulya dan Tlaga. Longsor tersebut juga mengakibatkan tumbangnya sejumlah pohon di sekitar lokasi. Tim BPBD bekerja keras untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh hujan deras tersebut.
Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan Sungai Tajum meluap dan menggenangi ruas jalan di perbatasan Desa Kracak dan Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang. Banjir tersebut surut pada pukul 20.30 WIB, Rabu malam. BPBD Banyumas berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam penanganan darurat bencana ini, termasuk Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB).
"Berdasarkan laporan yang kami terima, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi semalam mengakibatkan tebing setinggi 20 meter dan lebar 10 meter di tanjakan Cogreg, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, longsor hingga menutup ruas jalan kabupaten itu, dan menyumbat saluran drainase," jelas Budi Nugroho.
"Penanganan terhadap tanah longsor di jalan utama penghubung Ajibarang-Gumelar itu dilanjutkan hari ini sekaligus untuk melakukan asesmen terhadap tanah longsor yang dilaporkan mengancam rumah warga di Desa Cihonje RT 05 RW 05 maupun tanah longsor di jalan lingkungan RT 03 RW 05," tambahnya.
Kondisi Terkini dan Langkah Selanjutnya
Meskipun akses jalan utama Ajibarang-Gumelar telah kembali dibuka, BPBD Banyumas tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Penanganan longsor di lokasi lain masih terus dilakukan, termasuk asesmen terhadap potensi ancaman terhadap rumah warga. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran akses jalan bagi masyarakat.
BPBD Banyumas juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di musim hujan. Langkah antisipasi dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalisir dampak bencana. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika terjadi bencana di wilayahnya.
"Kami melaksanakan pengendalian operasi penanganan darurat Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) lintas sektor dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani kejadian tanah longsor maupun banjir tersebut," kata Budi menegaskan pentingnya kerjasama dalam penanggulangan bencana.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di daerah rawan longsor. Perbaikan infrastruktur dan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana sangat diperlukan untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.