RSUD Haji Makassar Bantu Anak Tanpa Identitas Lewat Program SATSET'MA
RSUD Haji Makassar membantu Nur Anita, anak 7 tahun tanpa identitas dan akses JKN, melalui program inovatif SATSET'MA, berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan akses kesehatan bagi semua.

RSUD Haji Makassar berhasil membantu Nur Anita, seorang anak berusia 7 tahun tanpa identitas dan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melalui program inovatif SATSET'MA (Sadar Tolak Stunting Terpadu dari Mamminasata). Keberhasilan ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan kepada semua warga, tanpa memandang status sosial ekonomi.
Inisiatif ini berawal dari kolaborasi antara RSUD Haji Makassar dan Andalan Sulsel Peduli. Direktur RSUD Haji Makassar, dr. Evi, menjelaskan bahwa penanganan medis Nur Anita dilakukan secara langsung, bersamaan dengan upaya penyelesaian kendala administrasi kependudukannya. Hal ini sejalan dengan arahan Penjabat Gubernur Sulsel, Fadjry Djufry, yang menekankan pentingnya akses kesehatan bagi semua.
Program SATSET'MA sendiri dirancang khusus untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi anak-anak penderita stunting yang belum memiliki kartu JKN atau BPJS Kesehatan. Namun, dalam kasus Nur Anita, meskipun telah berusia 7 tahun dan melewati kategori stunting, RSUD Haji tetap berkomitmen memberikan bantuan.
Tantangan dalam kasus ini cukup kompleks. Nur Anita tidak hanya membutuhkan perawatan medis, tetapi juga bantuan untuk pengurusan administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahiran. Berkat kerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Pangkep dan pemangku kepentingan lainnya, KK dan akte kelahiran berhasil diterbitkan dalam waktu singkat.
Lebih lanjut, dr. Evi menambahkan, "Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 3x24 jam, kartu JKN pasien juga berhasil diaktifkan." Keberhasilan ini merupakan bukti nyata sinergi yang kuat antara RSUD Haji Makassar dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan lembaga sosial. Mereka membuktikan bahwa hambatan administratif bukan penghalang untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Ketua Tim SATSET'MA, drg. Burhanuddin, menjelaskan bahwa program ini merupakan inovasi unggulan RSUD Haji Makassar dalam mendukung pengentasan stunting dan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Meskipun Nur Anita bukan lagi termasuk kategori stunting, komitmen RSUD Haji untuk memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan administratif secara cepat dan tanggap tetap diutamakan.
Dengan mengedepankan kolaborasi lintas program dan sektor, RSUD Haji Makassar berharap SATSET'MA dapat membantu lebih banyak keluarga yang menghadapi kendala serupa. drg. Burhanuddin menambahkan, "Kami berharap program ini dapat terus membantu keluarga-keluarga yang menghadapi kendala serupa, sehingga tidak ada lagi yang merasa terkucilkan dari layanan kesehatan." Program ini bahkan telah mendapatkan penghargaan Top Inovasi Replikasi Terbaik se-Indonesia dari KemenpanRB pada tahun 2024.
Dukungan penuh dari Pj Gubernur Sulsel semakin memperkuat komitmen RSUD Haji Makassar dalam menjalankan program SATSET'MA. Rumah sakit mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program inovatif ini demi akses kesehatan yang lebih baik bagi semua.