1.340 Anak di Batola Berisiko Stunting, Pemkab Kalsel Bergerak Melalui Program Genting
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, menargetkan penurunan angka stunting dengan Program Genting yang menyasar 1.340 anak berisiko stunting.

Marabahan, Kalimantan Selatan, 25 Februari 2024 - Wakil Bupati Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Herman Susilo, mengungkapkan bahwa sebanyak 1.340 anak di kabupaten tersebut berisiko mengalami stunting. Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sehingga Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) diluncurkan sebagai upaya penanggulangan.
"Ini tanggung jawab semua dan mari sama-sama menyukseskan penurunan stunting, sehingga jangan sampai ada anak di Kabupaten Batola kekurangan gizi maupun stunting," tegas Herman Susilo dalam keterangannya di Marabahan, Selasa.
Program Genting dianggap sebagai langkah penting dalam memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia di Batola, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting. Komitmen bersama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk keberhasilan program ini.
Upaya Penurunan Stunting di Batola
Program Genting di Kabupaten Batola bertujuan untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan terbebas dari stunting. Program ini juga menekankan peningkatan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam mencegah stunting sejak dini. Wakil Bupati Herman Susilo menjelaskan bahwa program ini akan memberikan berbagai bantuan untuk mencapai tujuan tersebut.
"Kita harus sama-sama memikul tanggung jawab ini agar Program Genting terlaksana dengan baik, sesuai target untuk mengentaskan stunting di Batola melalui intervensi sensitif maupun preventif," ujar Herman Susilo mewakili Bupati Batola H Bahrul Ilmi.
Bantuan yang diberikan melalui Program Genting mencakup empat jenis, yaitu bantuan nutrisi, bantuan non-nutrisi, akses air bersih, dan edukasi. Sasaran program ini adalah ibu hamil sejak masa kehamilan hingga anak berusia 23 bulan.
Strategi dan Kolaborasi
Pemerintah Kabupaten Batola tidak hanya mengandalkan Program Genting, tetapi juga berupaya mempercepat penurunan angka stunting melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat dan provinsi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat strategi dan sumber daya dalam penanggulangan stunting.
"Adapun bantuan Program Genting akan menyasar ibu hamil dari masa kehamilan hingga anak lahir mencapai usia 23 bulan," ungkap Herman.
Sosialisasi Program Genting juga dilakukan secara masif sebagai bentuk keseriusan dan komitmen bersama dalam mengatasi masalah stunting di Batola. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPKBP3A Batola, Akhmad Wahyuni.
Jenis Bantuan Program Genting
Berikut rincian jenis bantuan yang diberikan dalam Program Genting:
- Bantuan Nutrisi: Pemberian makanan bergizi untuk ibu hamil dan anak balita.
- Bantuan Non-Nutrisi: Bantuan berupa barang dan jasa yang mendukung kesehatan ibu dan anak, seperti penyediaan perlengkapan bayi.
- Akses Air Bersih: Pemenuhan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.
- Edukasi: Penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan angka stunting di Kabupaten Batola dapat ditekan secara signifikan dan terwujudnya generasi penerus yang sehat dan berkualitas.