Kemendukbangga dan Kejati Sulut Kolaborasi Tekan Angka Stunting
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak/BKKBN Sulut dan Kejati Sulut berkolaborasi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh untuk menurunkan angka stunting di Sulawesi Utara.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara (Sulut) bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut menggelar aksi nyata untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Kolaborasi ini diwujudkan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, sebuah upaya sinergis yang melibatkan berbagai pihak dalam upaya menekan angka stunting di Sulut.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jeanny Y Winokan, menjelaskan bahwa program ini menyasar keluarga berisiko stunting. Bantuan diberikan dalam dua bentuk, yaitu bantuan non-nutrisi dan bantuan nutrisi. Kejati Sulut berperan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) dengan memberikan bantuan non-nutrisi, sementara BKKBN fokus pada bantuan nutrisi.
"Bersama Kejati Sulut, Kemendukbangga/BKKBN Sulut berkolaborasi menurunkan angka stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting," ujar Jeanny Y Winokan di Manado, Rabu (19/3). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat luas dalam upaya pencegahan stunting di Sulawesi Utara.
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting: Kolaborasi Nyata Tekan Stunting
Salah satu contoh nyata kolaborasi ini adalah pembangunan satu unit jamban untuk keluarga Fitria Mahmud yang memiliki anak balita berusia delapan tahun. Bantuan non-nutrisi berupa jamban ini diberikan oleh Kejati Sulut sebagai bentuk dukungan terhadap program pencegahan stunting. Selain itu, bantuan nutrisi juga diberikan kepada bayi di bawah dua tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui di Kelurahan Sindulang, Kecamatan Tuminting.
Bantuan nutrisi ini merupakan bagian integral dari program untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal. Dengan asupan gizi yang terpenuhi, diharapkan angka stunting dapat ditekan secara signifikan. Hal ini sejalan dengan tujuan utama program untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, kuat, dan bebas stunting.
Kegiatan ini menunjukan komitmen bersama untuk mengatasi masalah stunting. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan program ini akan lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Dukungan Berbagai Pihak dalam Penurunan Angka Stunting
Kegiatan penyaluran bantuan non-nutrisi dan nutrisi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Kejati Sulut Andi Muhammad Taufik, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulut Jeanny Yola Winokan, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait seperti RRI Manado, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Sulut, Dinas PPKB Kota Manado, dan pemerintah setempat.
Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan tingginya kepedulian dan komitmen bersama untuk mengatasi masalah stunting. Kerjasama antar instansi dan lembaga sangat penting untuk keberhasilan program ini. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan program pencegahan stunting dapat berjalan efektif dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat umum, sangat krusial dalam upaya menurunkan angka stunting. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan generasi emas yang sehat dan berkualitas.
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat, para pemangku kepentingan, pihak swasta, LSM dan lainnya dalam pencegahan stunting," tegas Jeanny Y Winokan. Upaya pencegahan stunting menjadi penting untuk mewujudkan anak-anak sebagai generasi yang tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan bebas stunting.
Dengan adanya kolaborasi dan komitmen bersama dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat berhasil menurunkan angka stunting di Sulawesi Utara dan berkontribusi pada upaya nasional dalam mewujudkan Indonesia bebas stunting.