Menlu Spanyol Tolak Usul Trump Relokasi Warga Gaza: 'Mereka Harus Tetap di Gaza'
Menlu Spanyol menolak usulan Trump untuk merelokasi warga Gaza, menekankan pentingnya solusi politik dan bantuan kemanusiaan untuk wilayah tersebut, serta mengutuk serangan Israel ke Lebanon.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, dengan tegas menolak gagasan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan warga Gaza ke negara-negara Arab. Pernyataan penolakan ini disampaikan Albares pada Senin, 27 Januari 2024, di Brussel, Belgia.
Penolakan Keras terhadap Relokasi Warga Gaza
Albares menyatakan, "Posisi kami jelas: warga Gaza harus tetap di Gaza. Gaza adalah bagian dari negara Palestina masa depan, yang harus dikelola oleh satu pemerintahan." Ia menambahkan bahwa Gaza dan Tepi Barat harus segera berada di bawah kendali satu otoritas nasional Palestina. Pernyataan ini disampaikan sebagai respon langsung atas usulan Trump yang disampaikan pada Sabtu, 25 Januari 2024, kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One. Trump mengutarakan telah berdiskusi dengan Raja Yordania terkait kemungkinan menampung 1,5 juta warga Gaza.
Prioritas Bantuan Kemanusiaan dan Solusi Politik
Menlu Spanyol menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan bagi Gaza. Ia menyerukan Uni Eropa untuk fokus pada penyediaan bantuan pangan, kesehatan, dan pendidikan, serta memastikan keberadaan UNRWA (Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat). Lebih lanjut, Albares mengusulkan misi darurat Uni Eropa di perbatasan Rafah untuk membantu menormalisasi perbatasan Gaza-Mesir, bahkan menawarkan kontribusi Pasukan Polisi Sipil Spanyol (Civil Guard) untuk misi tersebut. Sebagai bentuk komitmen, Spanyol menjanjikan peningkatan bantuan keuangan untuk Palestina dan UNRWA sebesar 50 juta euro.
Dukungan untuk Gencatan Senjata dan Kecaman Serangan Israel
Albares juga menyatakan harapannya akan terwujudnya gencatan senjata permanen di Gaza. Selain itu, ia mengutuk serangan Israel terhadap warga sipil Lebanon pada Minggu, 26 Januari 2024, yang mengakibatkan 22 korban jiwa. Ia menyebut serangan tersebut "tidak dapat diterima" dan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap semua poin dalam gencatan senjata. Ia mendesak agar pasukan bersenjata Lebanon dikerahkan di selatan dan pasukan Israel mundur untuk menjamin kedaulatan Lebanon. Spanyol juga mendorong Uni Eropa untuk meningkatkan bantuannya kepada Lebanon guna membantu pemulihan dan penguatan angkatan bersenjata negara tersebut.
Kesimpulan
Sikap tegas Menlu Spanyol ini menunjukkan penolakan internasional terhadap gagasan relokasi warga Gaza. Fokus utama saat ini adalah pada penyelesaian konflik melalui jalur politik dan penyediaan bantuan kemanusiaan yang cukup untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza dan Lebanon.