Mentan dan Mahasiswa Optimistis Raih Swasembada Pangan: Strategi Jitu Kunci Keberhasilan
Menteri Pertanian dan mahasiswa pertanian se-Indonesia optimistis capai swasembada pangan berkat strategi dan kepemimpinan tegas Mentan Amran Sulaiman.
Jakarta, 25 Februari 2024 - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bersama mahasiswa dan Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia yang memiliki fakultas pertanian, optimistis Indonesia dapat mencapai swasembada pangan. Pertemuan antara Mentan dan 41 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian pada Senin (24/2) menjadi momentum penting dalam upaya ini. Optimisme tersebut didasari oleh strategi pemerintah yang telah dipaparkan Mentan dan dukungan penuh dari para mahasiswa pertanian.
Mentan Amran Sulaiman, dalam pertemuan tersebut, memaparkan strategi besar pemerintah untuk membangun pertanian nasional. Para mahasiswa tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan kritis. Namun, kesamaan pandangan muncul: ketegasan Mentan Amran dalam membangun sektor pertanian dianggap kunci untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan generasi muda dalam mewujudkan cita-cita ketahanan pangan nasional.
Pertemuan ini bukan sekadar dialog formal, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan harapan mereka. Mereka melihat kepemimpinan yang tegas dan transparan sebagai kunci perubahan nyata di sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk melibatkan generasi muda dalam pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan.
Dukungan Penuh dari Mahasiswa Pertanian
Muhammad Tafiqul Siregar, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, mengungkapkan kekagumannya terhadap kepemimpinan Mentan Amran. Ia menilai, "Beliau cukup tegas dan transparan. Saya percaya, di bawah kepemimpinan Pak Amran, pertanian Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan." Tafiqul menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan. Menurutnya, pertanian bukan hanya sektor ekonomi, tetapi juga pondasi ketahanan bangsa.
Senada dengan Tafiqul, Nursolihin, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, menyoroti respons cepat Mentan Amran dalam menghadapi permasalahan pertanian. Kepemimpinan yang sigap dan tegas sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai tantangan di sektor ini. Nursolihin berharap, kebijakan swasembada pangan dapat menjadi solusi nyata dalam menangani krisis pangan di Indonesia. Pernyataan ini mencerminkan harapan besar mahasiswa akan terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Mahasiswa dari berbagai daerah juga turut menyampaikan kondisi pertanian di wilayah masing-masing. Gregori, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkapkan tantangan ketahanan pangan di NTT dan berharap kebijakan yang lebih berpihak pada petani dapat diterapkan. Ia menyampaikan rasa terima kasih karena aspirasi mahasiswa dan masyarakat didengar dan diimplementasikan dalam kebijakan pertanian nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah responsif terhadap kebutuhan daerah.
Alwi Sofyan dari Institut Pertanian STIPER Yogyakarta menambahkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga distribusi dan akses yang merata. Ia mengapresiasi program swasembada pangan yang telah dioptimalkan, termasuk distribusi pupuk langsung kepada petani. Alwi berharap Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri dalam ketahanan pangan. Pernyataan ini menunjukkan pemahaman yang komprehensif tentang ketahanan pangan.
Sinergi Kementan dan Kemendikbudristek
Sebelum bertemu para Ketua BEM, Mentan Amran terlebih dahulu bertemu dengan para Rektor dan Ketua Himpunan Alumni Universitas seluruh Indonesia. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikbudristek) Brian Yuliarto turut hadir. Mendikbudristek menekankan peran penting sektor pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mendukung kemajuan sektor pangan. Ia menyatakan, "Industri pangan memerlukan SDM yang berkualitas, dan melalui sinergi ini, kita dapat menghasilkan SDM yang kompeten dan siap mengatasi tantangan di sektor pangan."
Sinergi antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diharapkan dapat menghasilkan SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di sektor pangan. Dengan demikian, Indonesia diharapkan dapat mencapai swasembada pangan dan menjadi negara yang mandiri di sektor pangan, sejajar dengan negara-negara maju lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun sektor pertanian secara holistik.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melibatkan mahasiswa dan berbagai pihak untuk mencapai swasembada pangan. Ketegasan Mentan Amran, dipadukan dengan dukungan penuh dari mahasiswa dan sinergi antar kementerian, menjadi kunci optimisme dalam mencapai ketahanan pangan nasional. Keberhasilan ini akan berdampak positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan ekonomi bangsa.