Omzet Waralaba Indonesia Tembus Rp143,25 Triliun di 2024, Mendag Dorong Ekspor!
Menteri Perdagangan (Mendag) ungkap potensi besar waralaba Indonesia yang mencapai Rp143,25 triliun pada 2024 dan dorongan ekspor jasa untuk UMKM.
Jakarta, 12 Maret 2025 - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso baru-baru ini mengumumkan capaian luar biasa sektor waralaba di Indonesia. Total omzet bisnis waralaba pada tahun 2024 mencapai angka fantastis, yaitu Rp143,25 triliun. Angka ini menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan dan peran penting waralaba dalam menyerap tenaga kerja lokal, mencapai 97.872 orang.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Mendag Budi saat peluncuran Indonesia Licensing and Franchising Expo (ILFEX) 2025 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Kemendag sendiri terus berkomitmen mendukung pengembangan kewirausahaan nasional melalui berbagai program, termasuk penguatan merek lokal dan kemitraan usaha berbasis waralaba dan lisensi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Mendag Budi menekankan potensi besar waralaba di Indonesia. "Potensi waralaba di Indonesia sangat besar," ujar Budi. "Berdasarkan laporan kegiatan usaha tahun 2024, waralaba di Indonesia mampu menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 97.872 orang dengan total omzet mencapai Rp143,25 triliun." Pernyataan ini menegaskan kontribusi nyata sektor waralaba terhadap perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja.
Potensi Besar Sektor Waralaba dan Dominasi Food & Beverage
Data Kemendag menunjukkan hingga Februari 2025, terdapat 157 pemberi waralaba dalam negeri dan 154 pemberi waralaba luar negeri yang beroperasi di Indonesia. Sektor food & beverage (F&B) masih menjadi primadona, mendominasi dengan komposisi 47,77 persen. Sektor lain yang turut berkontribusi signifikan antara lain jasa kecantikan, pendidikan non-formal, dan ritel.
Keberhasilan sektor F&B menunjukkan minat masyarakat Indonesia yang tinggi terhadap produk makanan dan minuman. Hal ini juga menunjukkan peluang besar bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis waralaba di bidang ini. Namun, potensi ini juga perlu diimbangi dengan inovasi dan strategi pemasaran yang tepat agar tetap kompetitif.
Kemendag mencatat pertumbuhan yang signifikan di berbagai sektor waralaba. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat dan kesadaran akan pentingnya merek yang terpercaya. Hal ini membuka peluang bagi UMKM untuk bermitra dan mengembangkan bisnis mereka melalui skema waralaba.
Dorongan Ekspor Jasa dan Peran ILFEX 2025
Mendag Budi tidak hanya fokus pada capaian domestik, tetapi juga mendorong ekspor waralaba dan lisensi asal Indonesia. Ia berharap waralaba dan lisensi Indonesia dapat menembus pasar internasional dan bersaing dengan negara lain. "Jadi kita tidak hanya fokus pada ekspor barang, tetapi juga pada ekspor jasa. Jangan sampai kita kalah dengan negara-negara lain," tegasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemendag memfasilitasi pelaku usaha melalui jaringan pemasaran global dan perwakilan perdagangan. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan eksistensi merek lokal di kancah internasional. Pemerintah berupaya membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasarnya.
Sebagai upaya mendukung hal tersebut, Pameran Indonesia Licensing dan Franchise Export (ILFEX) 2025 akan diselenggarakan bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 pada 15-19 Oktober 2025 di ICE BSD City, Tangerang. Mendag berharap, pameran ini dapat menjadi platform bagi UMKM untuk mempromosikan produk dan jasa mereka serta menarik investor.
ILFEX 2025 diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung merek dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang berani berinovasi, siap beradaptasi, dan siap ekspor melalui jalur lisensi dan waralaba. Pameran ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM.
Dengan potensi yang besar dan dukungan pemerintah, sektor waralaba di Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh dan berkontribusi lebih besar lagi bagi perekonomian nasional. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.