Panen Raya di Penajam Paser Utara: 6,6 Ton Padi per Hektare Dukung Swasembada Pangan
Gapoktan Sri Maju di Penajam Paser Utara berhasil panen 6,6 ton padi per hektare, menghasilkan pendapatan lebih dari Rp15 miliar dan mendukung swasembada pangan nasional.
Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 26 Maret 2024 - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di sektor pertanian. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Maju Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam, berhasil memanen padi dengan produktivitas luar biasa, yaitu sekitar 6,6 ton per hektare. Prestasi ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati PPU, Mudyat Noor, yang melihatnya sebagai langkah signifikan menuju swasembada pangan.
Panen raya ini menghasilkan 2.409 ton padi dari lahan seluas 365 hektare. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan panen sebelumnya yang hanya sekitar empat ton per hektare. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian di PPU dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
Bupati Mudyat Noor menekankan pentingnya keberlanjutan keberhasilan ini. Ia mengapresiasi kerja keras Gapoktan Sri Maju dan berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi petani lain di PPU.
Produktivitas Tinggi dan Pendapatan Menggiurkan
Hasil panen padi Gapoktan Sri Maju dibeli oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan harga Rp6.500 per kilogram. Dengan volume panen mencapai 2.409 ton, pendapatan petani diperkirakan mencapai lebih dari Rp15 miliar. Pendapatan yang signifikan ini berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan perekonomian desa.
Bupati Mudyat Noor juga menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Ia mengimbau agar masyarakat menghindari alih fungsi lahan pertanian. Dengan pengelolaan yang baik, sektor pertanian di PPU dapat terus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten PPU berkomitmen untuk mendukung penuh para petani. Dukungan ini meliputi pendampingan dari dinas terkait, penyuluh pertanian, dan brigade pertanian untuk menjaga produktivitas lahan.
Dukungan Pemerintah dan Inovasi Pertanian
Pemerintah Kabupaten PPU mendorong petani untuk menerapkan metode tanam yang lebih efektif. Metode pindah tanam, pemilihan bibit unggul, dan perawatan optimal menjadi fokus utama, meskipun ketersediaan air masih bergantung pada curah hujan. Bupati Mudyat Noor menegaskan bahwa kualitas hasil panen lebih penting daripada luas lahan. Dengan bibit unggul, pupuk yang tepat, dan pengelolaan yang baik, peningkatan produktivitas dapat terus dicapai.
"Kualitas lebih penting daripada sekadar luas lahan," tegas Bupati Mudyat Noor. "Dengan bibit yang baik, pupuk yang sesuai dan pengelolaan yang benar hasil panen bisa terus meningkat."
Keberhasilan Gapoktan Sri Maju menjadi bukti nyata bahwa dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan pemerintah, sektor pertanian di PPU memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Hal ini juga menunjukkan bahwa swasembada pangan bukanlah hal yang mustahil dicapai.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui berbagai program dan inovasi, termasuk pelatihan bagi petani dan penyediaan akses terhadap teknologi pertanian modern. Dengan demikian, diharapkan sektor pertanian di PPU akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.