Pemkab Kotabaru Gelar Pasar Murah Jelang Ramadhan: Jaga Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar pasar murah di 12 lokasi untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025.
Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menggelar pasar murah di 12 lokasi berbeda sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati Muhammad Rusli dan Wakil Bupati Syairi Mukhlis. Pasar murah pertama digelar di halaman Pasar Limbur Raya pada Selasa, 25 Februari 2024. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan masyarakat, khususnya di Kecamatan Pulau Laut Utara dan Sigam, dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau menjelang bulan Ramadhan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Kotabaru, Hardhani, menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Kotabaru dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan. Langkah ini diambil untuk mengendalikan lonjakan harga bahan pokok penting (bapokting) yang sering terjadi menjelang bulan Ramadhan dan sekaligus membantu perekonomian daerah.
"Dengan menyediakan bahan pokok bersubsidi, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan," ujar Hardhani. Pasar murah ini tidak hanya berdampak pada keterjangkauan harga bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal.
Pasar Murah di Berbagai Lokasi dan Keterlibatan Berbagai Pihak
Selain di Pasar Limbur Raya, pasar murah juga akan digelar di 11 lokasi lainnya di berbagai kecamatan yang sulit dijangkau distribusi bahan pokoknya. Pelaksanaan pasar murah ini melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) selama bulan Ramadhan. "Kami telah menganggarkan pasar murah pada beberapa kecamatan yang paling membutuhkan, terutama di daerah dengan akses distribusi yang masih terbatas. Ini langkah strategis agar pasokan dan harga tetap terkendali," jelas Hardhani.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Bulog, Bank BPR, pedagang bapokting, dan UMKM. Berbagai komoditas penting tersedia, seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, gula, LPG ukuran 3 kg, telur, ikan, bawang, serta produk UMKM.
Empat agen LPG bersubsidi 3 kg di Kabupaten Kotabaru turut berpartisipasi, yaitu agen LPG Cabang H. Harmiyani, PT Melati Indah Mandiri, Sebuku Zikra Utama, dan PT Anggrek Puspita. Masing-masing agen menyalurkan 150 tabung LPG dengan harga subsidi Rp27.000 per tabung.
Apresiasi dan Dukungan dari Pihak Swasta
Surya Wahyudi, salah satu pemilik agen LPG 3 kg bersubsidi, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Pemkab Kotabaru. Meskipun tidak ada tambahan kuota LPG bersubsidi, Surya dan agen lainnya berinisiatif menyisihkan beberapa tabung untuk mendukung program ini. "Meskipun tidak ada tambahan kuota untuk LPG bersubsidi, kami berinisiatif menyisihkan beberapa tabung bersama agen lain demi mendukung program ini. Total LPG yang kami sediakan mencapai sekitar 500 tabung," ungkap Surya.
Partisipasi aktif dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Kotabaru. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program pasar murah dalam membantu masyarakat menghadapi peningkatan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025.
Pasar murah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang bulan Ramadhan. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kotabaru.
Melalui pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga stabil, sekaligus membantu pemerintah dalam menjaga inflasi tetap terkendali selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025.