Ramadhan Segera Tiba, TPU Karet Bivak Dipadati Peziarah
Menjelang Ramadhan, Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak di Jakarta Pusat dipadati peziarah yang mendoakan keluarga dan kerabat yang telah meninggal, menjadikan momen ini sebagai tradisi tahunan untuk mengenang dan melepas rindu.
Jakarta, 27 Februari 2024 - Suasana haru dan ramai menyelimuti Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, beberapa hari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Ribuan peziarah memadati area pemakaman untuk berziarah dan mendoakan keluarga serta kerabat mereka yang telah meninggal dunia. Tradisi ziarah menjelang Ramadhan ini telah menjadi kebiasaan turun temurun bagi banyak keluarga di Jakarta dan sekitarnya, menjadikan TPU Karet Bivak sebagai salah satu lokasi pemakaman tersibuk di momen ini. Kehadiran para pedagang bunga tabur di sekitar TPU semakin menambah keramaian suasana.
Ziarah kubur menjelang Ramadhan bukan sekadar tradisi semata, melainkan juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi keluarga. Banyak peziarah yang datang bersama keluarga besar mereka, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di tengah kesedihan mengenang orang-orang terkasih yang telah tiada. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk membersihkan makam, menaburkan bunga, dan memanjatkan doa bersama-sama.
Keramaian di TPU Karet Bivak tidak hanya terjadi pada satu atau dua hari saja, namun berlangsung selama beberapa hari menjelang Ramadhan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi berziarah bagi masyarakat, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Mereka datang dari berbagai penjuru Jakarta dan sekitarnya, menunjukkan betapa luasnya jangkauan TPU Karet Bivak sebagai salah satu tempat pemakaman umum terbesar di Jakarta.
Tradisi Keluarga dan Rasa Rindu
Sapri (43), seorang peziarah yang ditemui di TPU Karet Bivak, mengungkapkan bahwa ziarah menjelang Ramadhan sudah menjadi tradisi keluarganya. "Jelang masuk puasa ini udah jadi tradisi di keluarga saya, buat ziarah dan juga ngumpul-ngumpul sekeluarga," katanya. Bagi Sapri, ziarah makam juga menjadi momen untuk melepas rindu kepada ibunya yang telah meninggal. "Apalagi adik-adik suka kangen sama ibu, jadi sekalian saya ajak biar mereka bisa melepas rindu," tambahnya. Ia dan keluarganya rutin membersihkan makam dan menaburkan bunga setiap tahunnya, diakhiri dengan makan bersama sebagai bagian dari tradisi tersebut.
Senada dengan Sapri, Tania (28) juga mengungkapkan bahwa ia rutin berziarah ke makam ibunya sebelum Ramadhan. "Kalau saya ke sini buat ziarah, ke kuburan mama. Memang sebelumnya, waktu mama masih hidup kita juga tiap tahun ke kuburan kakek. Mama juga minta nanti kalau beliau sudah pergi, setiap tahun sebelum masuk puasa didoakan, mampir ke makamnya," kisahnya. Meskipun telah menikah dan tinggal di Bekasi, Tania tetap meluangkan waktu untuk datang ke TPU Karet Bivak dan melanjutkan tradisi keluarga ini sebagai bentuk penghormatan dan melepas rindu kepada ibunya. Ia merasa lebih dekat dengan ibunya saat bisa mendoakannya di makam.
Ziarah kubur bagi mereka bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingat jasa dan pengorbanan orang-orang terkasih yang telah meninggal. Momen ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan kehidupan dan memperkuat ikatan keluarga. Tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi, menunjukkan betapa kuatnya nilai-nilai budaya dan keagamaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Kegiatan membersihkan makam dan menaburkan bunga juga menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ziarah ini. Hal ini menunjukkan penghormatan dan rasa sayang yang mendalam kepada para mendiang. Para peziarah terlihat khusyuk berdoa dan mengenang jasa-jasa orang-orang yang telah berpulang.
TPU Karet Bivak: Tujuan Utama Ziarah Jelang Ramadhan
TPU Karet Bivak, sebagai salah satu TPU terbesar di Jakarta, menjadi tujuan utama bagi banyak peziarah, khususnya menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Pada dua hari menjelang Ramadhan, TPU ini dipenuhi oleh peziarah yang tidak hanya berdoa, tetapi juga membersihkan makam, menaburkan bunga, dan mengenang jasa orang-orang yang telah meninggal dunia. Suasana khidmat dan ramai bercampur aduk menjadi ciri khas TPU Karet Bivak di momen-momen seperti ini.
Kehadiran para pedagang bunga tabur di sekitar TPU juga menambah semarak suasana. Mereka menyediakan berbagai jenis bunga tabur dengan harga yang bervariasi, memenuhi kebutuhan para peziarah. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi ziarah menjelang Ramadhan juga turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Secara keseluruhan, suasana TPU Karet Bivak menjelang Ramadhan menggambarkan betapa kuatnya ikatan keluarga dan nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat Indonesia. Tradisi ziarah kubur ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi, mengenang jasa orang-orang terkasih, dan melepas rindu.
Tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya penghormatan terhadap leluhur dan nilai-nilai budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Keramaian di TPU Karet Bivak menjelang Ramadhan menjadi bukti nyata akan hal tersebut.