Sekolah Rakyat Tahap Pertama Siap Digelar di 45 Titik, Gratis hingga Jenjang SMA!
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengumumkan kesiapan 45 titik lokasi untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat gratis bagi siswa miskin jenjang SD-SMA pada Juli 2025.
Jakarta, 21 Maret 2024 - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengumumkan kabar baik bagi anak-anak Indonesia dari keluarga kurang mampu. Sebanyak 45 titik lokasi telah siap untuk menampung siswa Sekolah Rakyat pada tahap pertama, yang direncanakan dimulai Juli 2025 mendatang. Program ini menargetkan anak-anak dari keluarga miskin yang masuk dalam desil 1 hingga desil 3 berdasarkan Data Tunggal Sosial Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah Rakyat ini akan mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA, dengan seluruh biaya ditanggung negara.
Pengumuman tersebut disampaikan Mensos melalui pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat. Ia menjelaskan bahwa ke-45 titik tersebut merupakan bagian dari 211 titik yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Dari jumlah tersebut, 164 titik merupakan usulan dari pemerintah daerah, terdiri dari 38 bangunan dan 126 lahan. Sedangkan 45 titik yang siap digunakan untuk tahap pertama adalah aset milik Kementerian Sosial (Kemensos) sendiri.
Sekolah Rakyat yang berkonsep asrama ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan biaya pendidikan yang sepenuhnya ditanggung negara, diharapkan program ini dapat mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia dan membuka peluang bagi anak-anak miskin untuk meraih cita-citanya. Kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum nasional, dan tenaga pengajarnya akan direkrut dari guru-guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG), dengan prioritas diberikan kepada guru-guru yang berlokasi di sekitar Sekolah Rakyat.
Lokasi Sekolah Rakyat Tahap Pertama
Ke-45 titik lokasi yang siap digunakan untuk tahap pertama Sekolah Rakyat terdiri dari berbagai aset Kemensos. Rinciannya meliputi 33 sentra, enam balai, empat Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), Poltekesos, Pusdiklatprof (salah satunya di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi), dan dua titik yang diusulkan oleh perguruan tinggi. Mensos menekankan bahwa jumlah ini masih bersifat sementara dan dapat berubah, karena Kemensos masih membuka peluang bagi usulan lokasi strategis lainnya.
Proses selanjutnya adalah survei kelayakan lokasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. "Tinggal sekarang titik-titik itu perlu disurvei kelayakannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Ini masih memerlukan waktu," ujar Mensos. Survei ini akan memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas di setiap lokasi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur dan fasilitas yang ada di setiap lokasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa Sekolah Rakyat dapat beroperasi dengan optimal dan memberikan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi para siswa. Proses ini membutuhkan waktu dan ketelitian agar tidak ada kendala di kemudian hari.
Kurikulum dan Tenaga Pengajar
Sekolah Rakyat akan menggunakan kurikulum nasional yang berlaku, memastikan para siswa mendapatkan pendidikan yang standar dan berkualitas. "Kurikulum yang nantinya digunakan di Sekolah Rakyat adalah kurikulum nasional," tegas Mensos. Hal ini menjamin keseragaman standar pendidikan di seluruh lokasi Sekolah Rakyat.
Untuk tenaga pengajar, Kemensos akan merekrut guru-guru yang telah lulus PPG. "Diutamakan adalah guru-guru PPG yang ada di sekitar lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat," tambah Mensos. Prioritas ini bertujuan untuk memudahkan proses rekrutmen dan memastikan ketersediaan guru yang kompeten di setiap lokasi.
Proses seleksi guru akan dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas pengajaran yang diberikan. Kemensos akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan proses rekrutmen berjalan transparan dan akuntabel. Hal ini penting untuk menjamin kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat.
Dengan demikian, program Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Indonesia. Program ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sekolah Rakyat merupakan program yang sangat penting untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.