Semeru Erupsi Empat Kali, Letusan Capai 800 Meter!
Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi empat kali pada Jumat pagi, dengan letusan tertinggi mencapai 800 meter di atas puncak, menyebabkan peningkatan status siaga.
Gunung Semeru, gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi sebanyak empat kali pada Jumat pagi, 4 April 2024. Letusan-letusan tersebut memuntahkan abu vulkanik hingga ketinggian 800 meter di atas puncak gunung, menimbulkan kekhawatiran dan peningkatan kewaspadaan di wilayah sekitar.
Erupsi pertama terjadi pukul 05.00 WIB, dengan kolom letusan mencapai 800 meter di atas puncak (sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal teramati bergerak ke arah timur laut. Aktivitas vulkanik ini terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 160 detik. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai penyebab erupsi dan potensi bahaya yang ditimbulkan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporannya menjelaskan kronologi erupsi. Ia menyebutkan bahwa erupsi susulan terjadi pada pukul 06.28 WIB, 07.15 WIB, dan 08.23 WIB, dengan ketinggian kolom letusan bervariasi antara 500 hingga 800 meter di atas puncak. Semua erupsi tersebut menunjukkan karakteristik serupa, dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan intensitas tebal yang bergerak ke arah timur laut. Amplitudo dan durasi letusan juga tercatat dalam seismograf, menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.
Aktivitas Vulkanik dan Rekomendasi PVMBG
PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) telah menetapkan status Gunung Semeru pada level Siaga (Level III). Sejumlah rekomendasi penting dikeluarkan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak gunung (pusat erupsi).
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena bahaya lontaran batu (pijar). Di luar radius 13 km, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Imbauan Kepada Masyarakat
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Penting untuk selalu memantau informasi resmi dari PVMBG dan mengikuti perkembangan situasi terkini. Keselamatan dan kewaspadaan menjadi prioritas utama dalam menghadapi aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Persiapan evakuasi dan jalur evakuasi yang aman perlu dipersiapkan dan dipahami oleh seluruh masyarakat.
Dengan adanya erupsi ini, diharapkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang. Semoga situasi segera membaik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.