Struktur Pengurus BPI Danantara Yakin Pasar, Dorong Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, optimis struktur pengurus BPI Danantara yang solid akan meningkatkan kepercayaan pasar dan mendorong pertumbuhan kapitalisasi pasar modal Indonesia.
Jakarta, 24 Februari 2024 - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyatakan keyakinannya bahwa struktur kepengurusan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mampu memberikan keyakinan kepada para pelaku pasar. Hal ini disampaikannya usai menghadiri SPPA Award 2024 di Main Hall BEI, Jakarta. Kepercayaan ini didasarkan pada rekam jejak kuat para pemimpin Danantara di industri keuangan dan investasi.
Lembaga pengelola aset BUMN ini dipimpin oleh Rosan Roeslani sebagai CEO, Pandu Sjahrir sebagai CIO, dan Dony Oskaria sebagai COO. Menurut Iman Rachman, "Kalau lihat orang-orangnya, mereka semua capable dan bisa menjadi panutan pasar, Pak Pandu, Pak Donny, dan Pak Rosan memiliki tingkat acceptable yang cukup tinggi (di pasar)." Kehadiran figur-figur berpengalaman ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan investor domestik maupun internasional.
Iman Rachman juga memprediksi dampak positif Danantara terhadap kapitalisasi pasar modal Indonesia. Salah satu faktor kunci adalah peran Danantara dalam penggalangan dana (fundraising) investasi melalui pasar modal. Dengan strategi ini, Danantara diharapkan dapat menghidupkan pasar dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan bursa efek tanah air.
Kepercayaan Pasar dan Potensi Pertumbuhan IHSG
Iman Rachman menekankan potensi Danantara sebagai penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Perusahaan-perusahaan di bawah naungan Danantara memiliki potensi besar untuk menarik minat investor, sehingga berdampak positif terhadap kinerja IHSG. BEI, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akan mengeksplorasi instrumen investasi yang paling sesuai dengan kebutuhan Danantara, mempertimbangkan berbagai pilihan di luar saham, seperti DIRE (Dana Investasi Real Estat) dan DINFRA (Dana Infrastruktur).
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa BEI dan OJK akan bekerja sama untuk menentukan instrumen investasi yang tepat bagi Danantara. "Bursa itu kan selalu adaptif dan agile. Nanti kita dengan OJK akan melihat, kira-kira instrumen apa yang cocok. Kita kan punya banyak, ya kan? Untuk properti kita punya DIRE (Dana Investasi Real Estat) dan sebagainya, punya DINFRA (Dana Infrastruktur). Orang kan cuma lihat saham doang, tapi kan ada obligasinya," jelasnya.
Dengan mengelola aset hingga lebih dari 900 miliar dolar AS (dengan dana awal sekitar 20 miliar dolar AS), Danantara diharapkan menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Peresmian BPI Danantara oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada hari Senin semakin mengukuhkan peran penting lembaga ini dalam pengelolaan aset negara.
Dampak terhadap IHSG dan Pasar Modal
Meskipun optimisme terhadap Danantara tinggi, IHSG pada Senin sore ditutup turun 53,40 poin (0,78 persen) ke posisi 6.749,60, mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia. Indeks LQ45 juga turun 6,78 poin (0,87 persen) ke posisi 769,92. Namun, penurunan ini tidak mengurangi optimisme jangka panjang terhadap dampak positif Danantara terhadap pasar modal Indonesia.
Secara keseluruhan, kehadiran Danantara diharapkan mampu memberikan suntikan positif bagi pasar modal Indonesia. Dengan struktur kepengurusan yang solid dan strategi penggalangan dana yang tepat, Danantara berpotensi menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Meskipun IHSG mengalami penurunan pada hari Senin, dampak positif jangka panjang dari Danantara terhadap pasar modal Indonesia tetap dinantikan. Langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh Danantara, didukung oleh BEI dan OJK, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut.