Waspada! Gelombang Laut di Perairan Aceh Berpotensi Capai 2,5 Meter
BMKG Aceh memprakirakan gelombang laut di sejumlah perairan Aceh berpotensi mencapai 2,5 meter pada 4-7 April, membahayakan pelayaran nelayan dan kapal tongkang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi di beberapa wilayah perairan Aceh. Gelombang dengan ketinggian diperkirakan mencapai 2,5 meter berpotensi terjadi antara tanggal 4 hingga 7 April 2024. Peringatan ini disampaikan menyusul analisis kondisi atmosfer dan laut di wilayah tersebut.
Prakirawan BMKG Aceh, Khairul Akbar, menjelaskan bahwa beberapa faktor berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang. Adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh, serta anomali suhu muka laut yang hangat di perairan barat Aceh, meningkatkan potensi penguapan dan penambahan massa uap air di atmosfer. Kondisi ini kemudian berdampak pada peningkatan energi gelombang laut.
Selain faktor atmosfer, pola angin di perairan Aceh juga turut berperan. Angin umumnya bergerak dari tenggara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 25 knot. Interaksi antara angin dan kondisi laut inilah yang kemudian menghasilkan gelombang dengan ketinggian yang signifikan.
Wilayah Rawan Gelombang Tinggi
Khairul Akbar merinci wilayah perairan Aceh yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah tersebut meliputi perairan Aceh Besar-Meulaboh, perairan selatan Simeulue, perairan Aceh Singkil Pulo Banyak, perairan Sabang-Banda Aceh, dan perairan Aceh Barat Daya-Simeulue. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa jalur penyeberangan Banda Aceh Ulee Lheue-Balohan Sabang masih aman untuk dilalui.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan bagi para pengguna jasa pelayaran, terutama nelayan dan operator kapal tongkang. Gelombang tinggi dan angin kencang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, sedangkan kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Para nelayan dan operator kapal tongkang sangat disarankan untuk memperhatikan peringatan dini ini dan mengutamakan keselamatan.
BMKG terus memantau kondisi cuaca dan gelombang laut di perairan Aceh. Informasi terkini dan peringatan dini akan terus diinformasikan kepada publik melalui berbagai saluran resmi. Diharapkan masyarakat dan para pengguna jasa pelayaran selalu waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem.
Rekomendasi Keselamatan Pelayaran
- Nelayan dan operator kapal kecil diimbau untuk menunda pelayaran jika kondisi cuaca buruk.
- Pastikan kapal dalam kondisi laik laut dan dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai.
- Selalu memantau informasi cuaca dan gelombang dari BMKG sebelum dan selama pelayaran.
- Ikuti arahan dan himbauan dari otoritas maritim setempat.
"Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, dan kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," kata Khairul Akbar, Prakirawan BMKG Aceh.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi gelombang tinggi ini. Keselamatan dan kewaspadaan merupakan kunci utama dalam menghadapi potensi bencana alam maritim.