Latihan Beban, Rekomendasi Olahraga Saat Puasa Menurut Pelatih Kebugaran
Melita Mutia dari APKI merekomendasikan latihan beban selama Ramadhan untuk mencegah penurunan massa otot, tetapi olahraga kardio juga tetap bisa dilakukan dengan pengaturan intensitas dan durasi.
Jakarta, 3 Maret 2024 (ANTARA) - Selama bulan Ramadhan, menjaga kebugaran tubuh tetap menjadi hal penting. Namun, berpuasa dapat menimbulkan tantangan tersendiri bagi rutinitas olahraga. Melita Mutia, pelatih kebugaran dari Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), memberikan rekomendasi jenis olahraga yang tepat untuk dilakukan selama bulan puasa. Ia menyarankan latihan beban sebagai pilihan utama, dengan mempertimbangkan intensitas dan durasi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Menurut Melita, latihan beban atau strength training menjadi pilihan tepat karena dapat meminimalisir risiko penurunan massa otot yang sering terjadi saat berpuasa. Penurunan massa otot ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti berkurangnya aktivitas fisik, defisit kalori, dan berkurangnya asupan protein. Dengan melakukan latihan beban, risiko tersebut dapat ditekan.
Meskipun demikian, Melita tidak sepenuhnya meniadakan olahraga kardio. Ia menjelaskan bahwa olahraga kardio tetap dapat dilakukan selama berpuasa, tetapi dengan intensitas dan durasi yang lebih rendah dibandingkan biasanya. Hal ini penting untuk menghindari kelelahan dan dehidrasi.
Waktu Ideal Berolahraga Saat Puasa
Waktu berolahraga selama puasa, menurut Melita, fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi dan preferensi masing-masing individu. Ada tiga waktu yang umum dipilih, yaitu setelah sahur, sebelum berbuka puasa, dan setelah salat Tarawih. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan.
1. Setelah Sahur: Olahraga pagi hari memiliki keuntungan karena masih banyak energi tersisa setelah sahur. Namun, intensitas dan durasi latihan perlu dikontrol agar tidak menyebabkan kelelahan berlebihan dan mengganggu aktivitas harian. "Hati-hati juga dengan risiko dehidrasi," kata Melita mengingatkan.
2. Sebelum Berbuka Puasa: Waktu ini cukup populer karena dapat dikombinasikan dengan kegiatan menunggu berbuka puasa (ngabuburit). Namun, perlu diingat bahwa energi tubuh berada pada titik terendah di waktu ini, sehingga intensitas latihan harus disesuaikan. "Bila timingnya pas, bisa disesuaikan dengan jam buka puasa sehingga bisa minum setelah latihan selesai dan ketika sudah jam buka puasa," jelas Melita.
3. Setelah Salat Tarawih: Waktu ini memungkinkan latihan dengan intensitas lebih tinggi karena energi masih cukup banyak. Namun, perlu diwaspadai potensi dampaknya terhadap jam tidur. "Masing-masing orang akan memiliki preferensi yang berbeda," tambah Melita.
Kesimpulannya, Melita menekankan pentingnya penyesuaian intensitas dan durasi olahraga sesuai kondisi tubuh masing-masing. Ia juga mengingatkan bahwa ibadah tetap menjadi prioritas utama selama bulan Ramadhan, sehingga olahraga sebaiknya dilakukan tanpa mengganggu aktivitas ibadah dan keseharian.
"Ketika sedang berpuasa, fokus utama adalah beribadah, jadi olahraga terbaik adalah olahraga yang dilakukan, namun jangan sampai mengambil alih hidup kita," tutupnya.