Erick Thohir Sambut Hangat Reksadana Sepak Bola Merah Putih, Dorong Pendanaan Berkelanjutan
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan sambutan hangat atas peluncuran reksadana sepak bola pertama di Indonesia, yang diharapkan dapat mendorong pendanaan berkelanjutan untuk pengembangan sepak bola nasional.
Jakarta, 27 Februari 2024 (ANTARA) - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan sambutan hangat atas peluncuran reksadana sepak bola pertama di Indonesia, yaitu Reksadana Pendapatan Tetap Trimegah Sepak Bola Merah Putih. Produk ini merupakan hasil kerja sama PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Trimegah Asset Management, dan Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia. Peluncuran dilakukan pada Kamis di Pacific Place, Jakarta.
Inisiatif ini dinilai Erick Thohir sebagai terobosan menarik dalam upaya meningkatkan pendanaan untuk pengembangan sepak bola Indonesia. Beliau menekankan bahwa PSSI fokus pada tim nasional, sementara yayasan akan mengelola program-program pendukung lainnya. "Terobosannya menarik karena kembali dengan dinamika program yang ada banyak sekali. Dan memang saya kasih ke yayasan, PSSI sendiri fokus ke timnas Indonesia, program-program timnas," ujar Erick kepada wartawan.
Erick Thohir berharap reksadana ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Meskipun belum diketahui jumlah dana yang akan terkumpul, ia optimistis inisiatif ini akan memberikan dampak positif. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai program pengembangan, termasuk infrastruktur dan pembinaan pemain.
Pendanaan Infrastruktur dan Pembinaan Pemain
Salah satu program yang akan didanai melalui reksadana ini adalah pengembangan infrastruktur sepak bola. Erick Thohir mencontohkan pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN). "IKN kita sudah selesai fase satu dan ada dua lapangan dan satu lapangan mini. Lalu 82 kamar, ini sudah jadi. Di fase dua kita perlu tambahan lagi kolam renang, kita perlu stadion dengan kapasitas 5.000 ribu," jelasnya. Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk membantu pembinaan pemain berbakat Indonesia yang berlatih di Eropa.
Erick Thohir mengakui bahwa tidak semua program pengembangan sepak bola dapat dibiayai oleh PSSI. Oleh karena itu, kerja sama dengan pihak swasta melalui reksadana ini menjadi sangat penting. Program pembinaan pemain individu, misalnya, membutuhkan pendanaan tambahan yang signifikan untuk mendukung pelatihan dan pengembangan mereka di luar negeri.
Keberadaan reksadana ini juga sejalan dengan upaya PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir untuk mengembangkan sisi bisnis industri sepak bola. Hal ini terlihat dari berbagai kerja sama yang telah dijalin PSSI dengan berbagai pihak, seperti kerja sama dengan produsen kendaraan listrik Vinfast melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI), dan kerja sama dengan produsen apparel dalam negeri, Erspo.
Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Sepak Bola
Kerja sama dengan Erspo, yang telah terjalin sejak tahun lalu, telah memberikan dampak positif bagi keuangan PSSI. PSSI mendapatkan dana tunai sebesar Rp16,5 miliar dan royalti dari setiap jersey timnas yang terjual. Hal ini menunjukkan keseriusan PSSI dalam mencari sumber pendanaan alternatif untuk mendukung program-program pengembangan sepak bola.
Peluncuran reksadana sepak bola ini diharapkan dapat menjadi model pendanaan baru yang berkelanjutan untuk pengembangan sepak bola Indonesia. Dengan melibatkan masyarakat melalui investasi, diharapkan akan semakin banyak dana yang terkumpul untuk mendukung pembinaan atlet, pengembangan infrastruktur, dan program-program lainnya yang dibutuhkan untuk memajukan sepak bola Indonesia.
Langkah ini menunjukkan komitmen PSSI untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan dana pemerintah, tetapi juga melibatkan peran aktif dari sektor swasta dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dan berprestasi di kancah internasional.