Noorcoin dianugrahi penghargaan sebagai Token Syariah Pertama di Dunia

Sebagai bagian dari peluncuran, Noorcoin dianugrahi penghargaan rekor dunia oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) sebagai Token Syariah Pertama di Dunia dengan Teknologi Canggihnya.

"Inovasi teknologi yang memiliki dampak positif bagi milyaran orang harus dihargai dan didukung. Noorcoin adalah penerabas jalan, layak untuk mendapatkan rekor dunia.” ujar Direktur dan Pendiri LEPRID, Paulus Pangka.

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, HE Osamh Mohammed Abdullah Shuibi, yang menghadiri peluncuran sebagai perwakilan negaranya untuk menerima D-app demo Noorcoin testnet mengatakan, penggunaan uang digital di negara-negara Islam sangatlah penting. Selain untuk transaksi, tujuan utamanya adalah mengurangi dominasi Dolar Amerika Serikat.

Noorcoin, mata uang digital Islam pertama, dapat digunakan untuk layanan Umrah dan Haji, juga untuk transaksi antar negara.

Ada tiga keunggulan Noorcoin yaitu transparan, aman dan biaya rendah. Saat ini beberapa negara mengalami pelemahan terhadap Dolar AS. Kita harus punya alternatifnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Jend (Purn) Moeldoko, sebagaimana dilaporkan di media masa, memandang positif proposal Noorcoin.

Menurutnya, persatuan negara-negara anggota OKI dalam bidang ekonomi dan perdagangan harus terus ditingkatkan. Oleh karenanya, momentum ICCIA OKI dapat mempersatukan.

Mulai November 2019, Noorcoin akan menjadi mata uang digital yang paling populer dan terparcaya dengan teknologi terkini untuk berdampak positif dan berpengaruh bagi populasi 1.8 milyar Muslim sedunia