18 CCTV Pantau Jalur Mudik dan Wisata Garut, Antisipasi Kemacetan Lebaran
Pemkab Garut pasang 18 CCTV di jalur mudik, wisata, dan perkotaan untuk memantau arus lalu lintas dan mencegah kemacetan selama Lebaran.

Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah memasang 18 unit CCTV untuk memantau jalur mudik Lebaran, kawasan wisata, dan perkotaan. Pemasangan ini bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan liburan. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi, menjelaskan langkah antisipatif ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi lonjakan kendaraan selama musim mudik.
Pemasangan CCTV ini melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Garut. Dua unit CCTV dipasang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di pintu masuk Garut, tepatnya di Kadungora dan Limbangan. Fungsi utama CCTV ini adalah untuk menghitung jumlah kendaraan yang masuk dan keluar Kabupaten Garut secara digital, memberikan data akurat dan real-time mengenai kepadatan lalu lintas.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Garut memasang 16 unit CCTV di berbagai titik strategis. Lokasi-lokasi tersebut meliputi jalur-jalur yang berpotensi mengalami kemacetan, area perkotaan Garut, dan jalur menuju objek-objek wisata populer. Dengan demikian, pemantauan dapat dilakukan secara komprehensif, mencakup berbagai area yang krusial selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Pemantauan Digital untuk Kelancaran Mudik
Sistem pemantauan digital melalui CCTV ini diharapkan dapat mempermudah petugas dalam melakukan pendataan kendaraan tanpa membutuhkan banyak personel di lapangan. Data yang diperoleh secara real-time memungkinkan respon cepat terhadap potensi kemacetan atau gangguan lalu lintas lainnya. Hal ini sangat penting, terutama selama periode mudik Lebaran yang biasanya diiringi dengan peningkatan volume kendaraan yang signifikan.
Dengan adanya data digital ini, petugas dapat mengidentifikasi titik-titik kemacetan dan mengambil tindakan yang tepat secara efisien. Sistem ini juga memungkinkan pemantauan yang lebih efektif terhadap situasi di lapangan, sehingga dapat mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan parah.
"Dari provinsi memasang dua titik pintu masuk di Kadungora dan Limbangan untuk menghitung kendaraan yang masuk secara digital," ujar Satria Budi. Sistem ini memberikan gambaran yang lebih akurat tentang volume kendaraan yang memasuki Garut, membantu dalam perencanaan dan manajemen lalu lintas yang lebih efektif.
Fokus Pemantauan di Kawasan Wisata
Selain jalur mudik, fokus pemantauan juga diarahkan pada kawasan-kawasan wisata di Garut. Hal ini mengingat potensi peningkatan jumlah wisatawan selama liburan Lebaran yang dapat berdampak pada kepadatan lalu lintas di area-area tersebut. Beberapa lokasi wisata yang menjadi perhatian khusus antara lain Jalan Cipanas, Malangbong, dan Sayang Heulang.
"Milik kita ada 16 titik di Diskominfo dari mulai Malangbong sampai perkotaan Garut, jadi bisa kedeteksi titik kemacetan di mana saja," tambah Satria Budi. Dengan jangkauan yang luas, sistem CCTV ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi lalu lintas di berbagai area di Garut.
Dengan pemantauan yang intensif di kawasan wisata, diharapkan arus lalu lintas tetap lancar dan terhindar dari kemacetan yang dapat mengganggu kenyamanan wisatawan maupun warga sekitar. Petugas dapat dengan cepat merespon jika terjadi kepadatan kendaraan di area wisata, sehingga dapat mencegah terjadinya penumpukan yang lebih besar.
"Terutama di daerah wisata, Jalan Cipanas, kemudian Malangbong, Sayang Heulang, semua dipantau," kata Satria Budi menegaskan komitmen untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di semua area, termasuk kawasan wisata yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan selama periode liburan Lebaran.
Keberadaan CCTV ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran di Kabupaten Garut. Sistem pemantauan digital ini memungkinkan respon yang cepat dan tepat terhadap potensi masalah lalu lintas, sehingga dapat meminimalisir dampak negatif dari peningkatan volume kendaraan selama periode liburan.