21 Kendaraan Pemudik Berangkat dari Belitung Menuju Bangka Selatan
KMP Gorare memberangkatkan 21 kendaraan dan 34 pemudik dari Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung, menuju Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan, sebagai langkah antisipasi lonjakan arus mudik.

Pada Sabtu, 22 Maret 2025, sebanyak 21 kendaraan pemudik telah diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Ru di Belitung menuju Pelabuhan Sadai di Bangka Selatan menggunakan KMP Gorare. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Teknis Perhubungan Dinas Perhubungan Belitung, Gitono. Perjalanan ini merupakan bagian dari upaya antisipasi lonjakan arus mudik Lebaran yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 27 Maret 2025 mendatang.
Selain 21 kendaraan, KMP Gorare juga mengangkut 34 orang pemudik dalam pelayaran tersebut. Sebagian besar pemudik memilih untuk melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari potensi kepadatan dan penumpukan di pelabuhan selama periode puncak arus mudik. Gitono menjelaskan bahwa kendaraan yang diberangkatkan didominasi oleh kendaraan roda dua.
Meskipun demikian, hingga saat ini arus mudik di Pelabuhan Tanjung Ru masih terpantau normal. Belum terlihat adanya lonjakan signifikan baik jumlah penumpang maupun kendaraan. Antisipasi dini ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan mudik bagi seluruh pemudik.
Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran
Pihak berwenang di Pelabuhan Tanjung Ru memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 27 Maret 2025. Oleh karena itu, berbagai langkah antisipasi telah dan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik. Pemberangkatan kendaraan lebih awal, seperti yang dilakukan oleh KMP Gorare, merupakan salah satu strategi untuk mengurangi potensi penumpukan.
Gitono juga menekankan pentingnya persiapan yang matang bagi para pemudik. Pemudik diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan mereka dalam keadaan prima dan siap untuk perjalanan jauh. Selain itu, menjaga stamina tubuh juga sangat penting untuk menghindari kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.
"Tetap perhatikan stamina dan kondisi tubuh apabila lelah bisa beristirahat terlebih dahulu jangan memaksakan diri untuk meneruskan perjalanan," ujar Gitono mengingatkan para pemudik.
Selain itu, para pemudik juga diimbau untuk tiba lebih awal di pelabuhan guna menghindari antrean panjang dan penumpukan kendaraan.
Imbauan Keselamatan Perjalanan Mudik
Dalam rangka mewujudkan mudik yang aman dan nyaman, pihak berwenang mengimbau para pemudik untuk selalu waspada dan berhati-hati selama perjalanan. Persiapan yang matang, baik dari segi kendaraan maupun kondisi fisik, sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Selain itu, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas dan etika berkendara juga sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama. Saling menghormati sesama pengguna jalan dapat menciptakan suasana perjalanan yang lebih aman dan nyaman.
Dengan berbagai upaya antisipasi dan imbauan keselamatan ini, diharapkan arus mudik Lebaran 1446 Hijriah dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pemudik.
"Kami mengajak pemudik untuk bersama-sama mewujudkan mudik yang aman dan selamat dalam momentum Idul Fitri 1446 Hijriah," tutup Gitono.
- KMP Gorare memberangkatkan 21 kendaraan dan 34 penumpang.
- Puncak arus mudik diperkirakan pada 27 Maret 2025.
- Imbauan untuk mengecek kondisi kendaraan dan stamina tubuh.
- Imbauan untuk tiba lebih awal di pelabuhan.