448 Penumpang Kapal Pelni dari Papua dan Sulawesi Tiba di Jakarta
Ratusan penumpang kapal KM Gunung Dempo yang berasal dari Papua dan Sulawesi tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada H+3 Lebaran, sebagian besar mencari peluang kerja.

Pada Jumat malam, tepatnya tiga hari setelah Lebaran (H+3), sebanyak 448 penumpang kapal KM Gunung Dempo tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Para penumpang ini berasal dari berbagai pelabuhan di Papua, seperti Jayapura, Nabire, Wasior, Manokwari, dan Sorong, serta dari Bau Bau dan Makassar di Sulawesi. Kedatangan mereka menandai arus balik Lebaran yang masih berlangsung.
Kepala Cabang Pelni DKI Jakarta, Dicky Dermawan, membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa KM Gunung Dempo merupakan kapal kedua yang tiba di Tanjung Priok pada hari Jumat, setelah KM Kelud yang lebih dulu menurunkan 2.022 penumpang. Kedatangan KM Gunung Dempo lebih cepat dari jadwal, yakni sekitar pukul 20.30 WIB, dibandingkan jadwal semula pukul 21.00 WIB.
Para penumpang ini tidak hanya terdiri dari mereka yang merayakan Lebaran dan kembali ke Jakarta, tetapi juga termasuk pencari kerja yang berharap menemukan peluang di Jakarta dan sekitarnya. Hal ini terlihat dari beberapa kesaksian penumpang yang ditemui di pelabuhan.
Penumpang Pencari Kerja di Jakarta
Salah satu penumpang, Jamaludin (27), mengungkapkan bahwa ini adalah kunjungan pertamanya ke Jakarta. Ia datang mengikuti saudara dan berencana mencari pekerjaan di ibu kota. Jamaludin memilih menggunakan kapal Pelni karena pertimbangan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan pesawat terbang, meskipun waktu tempuh lebih lama.
Senada dengan Jamaludin, Nurhaliza (21) juga datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART). Ia mendapatkan informasi peluang kerja tersebut dari keluarganya yang sudah berada di Jakarta. Kisah mereka menggambarkan realita banyak warga Indonesia yang mencari peruntungan di kota besar.
Proses debarkasi penumpang dan muatan KM Gunung Dempo berjalan lancar berkat pengawasan petugas otoritas pelabuhan serta aparat TNI-Polri. Keberhasilan ini memastikan kepulangan para penumpang berjalan aman dan tertib.
Pelayaran KM Gunung Dempo dan Arus Balik Lebaran
KM Gunung Dempo, setelah menurunkan penumpang di Tanjung Priok, dijadwalkan kembali berlayar ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur pada Sabtu pukul 07.00 WIB. Keberangkatan ini menandai kelanjutan perjalanan KM Gunung Dempo dalam melayani rute pelayarannya yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
Arus balik Lebaran tahun ini menunjukkan tren yang cukup signifikan, dengan jumlah penumpang yang cukup besar menggunakan jalur laut. Hal ini menunjukkan bahwa transportasi laut masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat, terutama mereka yang berasal dari daerah terpencil dan mempertimbangkan aspek biaya.
Keberhasilan Pelni dalam melayani arus balik Lebaran ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memberikan layanan transportasi laut yang andal dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Proses yang lancar dan tertib menunjukkan koordinasi yang baik antara pihak Pelni, otoritas pelabuhan, dan aparat keamanan.
Proses penurunan penumpang berjalan lancar di bawah pengawasan petugas otoritas pelabuhan dan aparat keamanan gabungan TNI-Polri. KM Gunung Dempo dijadwalkan kembali berlayar pada Sabtu pukul 07.00 WIB menuju wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Kesimpulan
Kedatangan ratusan penumpang dari Papua dan Sulawesi di Jakarta pada H+3 Lebaran melalui KM Gunung Dempo menunjukkan dinamika arus balik Lebaran dan sekaligus menggambarkan semangat warga Indonesia untuk mencari peluang ekonomi di kota besar. Proses kedatangan yang lancar berkat kerja sama berbagai pihak terkait.