8 Hektare Lahan di Aceh Barat Terbakar Selama Ramadhan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat melaporkan kebakaran lahan seluas delapan hektare selama Ramadhan, meliputi lahan kelapa sawit dan lahan kosong milik warga di beberapa desa.

Sebanyak delapan hektare lahan kebun milik warga di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, terbakar selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Kebakaran tersebut terjadi di beberapa lokasi berbeda dan telah berhasil dipadamkan oleh pihak berwenang. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan dan imbauan kepada masyarakat untuk menghindari praktik pembakaran lahan.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan kelapa sawit dan lahan kosong. Kejadian ini terjadi di beberapa desa di Aceh Barat, menyebabkan kerugian bagi para pemilik lahan. BPBD Aceh Barat telah mengerahkan tim untuk memadamkan api dan melakukan investigasi awal terkait penyebab kebakaran.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi di bulan suci Ramadhan, di mana masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dampak kebakaran lahan ini tidak hanya merugikan secara ekonomi bagi para pemilik lahan, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga sekitar.
Kebakaran Lahan di Beberapa Lokasi di Aceh Barat
Kebakaran lahan terjadi di beberapa lokasi di Kabupaten Aceh Barat. Di Desa Aron Tunong, Kecamatan Woyla, tercatat lahan seluas 2,5 hektare terbakar. Lokasi lain yang terdampak meliputi Kompleks Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh (0,5 hektare), Desa Alue Peunyareng Kecamatan Meureubo (1,5 hektare), dan Desa Seuneubok Teungoh, Kecamatan Arongan Lambalek (2,5 hektare).
Selain itu, kebakaran juga terjadi di Desa Baro Paya, Kecamatan Panton Reue (0,5 hektare), dan Desa Gampa, Meulaboh (0,5 hektare). Total luas lahan yang terbakar mencapai delapan hektare. BPBD Aceh Barat menyatakan bahwa semua kebakaran lahan tersebut telah berhasil dipadamkan.
Meskipun api telah berhasil dipadamkan, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari praktik pembakaran lahan. Pembakaran lahan dinilai berbahaya bagi lingkungan dan keselamatan warga sekitar.
Imbauan BPBD Aceh Barat untuk Pencegahan Kebakaran Lahan
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan saat membersihkan kebun. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan kebakaran lahan yang dapat menimbulkan kerugian dan bahaya bagi lingkungan dan keselamatan warga. "Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama membantu pemerintah daerah menjaga lingkungan, dengan tidak membakar lahan atau kebun saat dibersihkan," ujar Teuku Ronal.
Imbauan ini menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran lahan. Praktik pembakaran lahan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang luas dan berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat.
BPBD Aceh Barat juga akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran lahan dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Upaya ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Langkah-langkah pencegahan kebakaran lahan yang disarankan antara lain:
- Membersihkan lahan dengan cara manual, tanpa menggunakan api.
- Memastikan lahan dalam kondisi aman sebelum meninggalkan lokasi.
- Melaporkan segera jika melihat adanya kebakaran lahan.
Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kejadian kebakaran lahan di Aceh Barat dapat diminimalisir di masa mendatang.