Agam Madani: Bupati Agam Bangun Generasi Emas 2045 dari Surau
Bupati Agam, Benni Warlis, luncurkan program 'Bangkit dari Surau' untuk mencetak generasi muda yang unggul dan beriman, sebagai upaya mewujudkan visi Agam Madani serta menyambut bonus demografi Indonesia Emas 2045.

Bupati Agam, Benni Warlis, Minggu lalu mengunjungi Masjid Darul Ulya di Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Agam, Sumatera Barat. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program unggulannya, 'Bangkit dari Surau', yang bertujuan untuk mewujudkan visi Agam Madani. Program ini memanfaatkan peran masjid dan mushala (yang disebut surau di Agam) sebagai pusat pengembangan generasi muda yang unggul dan beriman, guna menyambut bonus demografi Indonesia Emas 2045. Inisiatif ini menjawab pertanyaan Apa yang dilakukan, Siapa yang melakukannya, Di mana kegiatan berlangsung, Kapan kegiatan tersebut dilakukan, Mengapa program ini penting, dan Bagaimana program ini dijalankan.
Program 'Bangkit dari Surau' dilatarbelakangi oleh keyakinan bahwa surau, sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Agam sejak dahulu, memiliki peran penting dalam melahirkan tokoh-tokoh sukses dan nasional. Bupati berharap surau dapat kembali menjadi basis utama dalam membangun masyarakat Agam yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan visi ini, mengingat potensi bonus demografi di tahun 2045.
Benni Warlis melihat potensi besar pada generasi muda Agam yang memiliki keahlian di bidang agama, khususnya dalam membaca Al-Quran dan tajwid. Ia optimistis bahwa kekuatan umat akan semakin tampak melalui program ini. Dengan demikian, program ini bukan hanya sekedar program keagamaan, tetapi juga program untuk pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Membangun Generasi Emas dari Basis Keagamaan
Bupati Agam menekankan pentingnya peran surau sebagai basis kegiatan masyarakat. Surau, menurutnya, bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat untuk belajar adat, agama, ekonomi, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Dengan demikian, program 'Bangkit dari Surau' diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya beriman, tetapi juga cerdas dan terampil dalam berbagai bidang.
Melalui program ini, diharapkan generasi muda dapat mengembangkan potensi diri mereka secara optimal. Surau akan menjadi wadah bagi mereka untuk belajar, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan positif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Bupati juga optimistis bahwa dengan peran aktif pengurus masjid dan mushala, program ini akan berjalan efektif. Pengurus masjid yang dekat dengan jamaahnya dapat mengidentifikasi kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat, sehingga program dapat disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Nagari Kreatif Berbasis Surau
Ke depan, Bupati Agam berharap setiap nagari (desa) di Agam dapat menjadi nagari kreatif yang berbasis surau. Surau, sebagai pusat kegiatan masyarakat, dinilai sebagai basis yang ideal untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi. Dengan demikian, program 'Bangkit dari Surau' tidak hanya fokus pada aspek keagamaan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi kreatif di tingkat desa.
Proses bermusyawarah di surau, menurut Bupati, dapat menumbuhkan jiwa yang tenang dan menghasilkan kebijakan yang baik. Hal ini penting dalam membangun pemerintahan yang partisipatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, program ini juga diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Program ini juga menekankan pentingnya musyawarah dalam pengambilan keputusan. Bupati percaya bahwa melalui musyawarah mufakat, akan tercipta solusi yang terbaik bagi masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak hanya bertujuan untuk mencetak generasi muda yang unggul, tetapi juga untuk membangun pemerintahan yang demokratis dan transparan.
Dengan mengoptimalkan peran surau, diharapkan program 'Bangkit dari Surau' dapat menjadi solusi efektif dalam mencetak generasi emas 2045 yang unggul, beriman, dan berdaya saing. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan dan budaya di Kabupaten Agam serta mewujudkan visi Agam Madani.