Akses Jalan Taput-Tapsel Kembali Dibuka Setelah Longsor
Setelah sempat terputus akibat longsor di Desa Hutabarat, Taput, akses jalan lintas Kabupaten Tapanuli Utara menuju Tapanuli Selatan kini telah kembali dibuka berkat kerja cepat tim gabungan.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara pada Kamis (27/3) menyebabkan tanah longsor di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu. Longsor tersebut menutup akses jalan lintas Taput menuju Kabupaten Tapanuli Selatan, mengakibatkan arus lalu lintas terputus total. Polisi, TNI, dan BPBD segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Bagaimana proses pembukaan akses jalan tersebut dan apa imbauan pihak kepolisian?
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa longsor menutup badan jalan sepanjang lima meter dengan ketinggian material sekitar satu meter. Kejadian ini memaksa petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membersihkan material longsor.
Berkat kerja sama dan upaya cepat tim gabungan yang melibatkan personel Polres Tapanuli Utara, TNI, dan BPBD, akses jalan lintas Taput-Tapsel berhasil dibuka kembali. Proses pembersihan material longsor dilakukan menggunakan alat berat yang dikerahkan ke lokasi kejadian. Meskipun akses jalan sudah dibuka, upaya untuk memastikan jalan kembali normal dan aman masih terus dilakukan.
Akses Jalan Lintas Taput-Tapsel Kembali Normal
Setelah berhasil membersihkan material longsor, akses jalan lintas Tapanuli Utara menuju Tapanuli Selatan kini telah kembali dibuka untuk umum. Proses pembukaan jalan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Tapanuli Utara, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka bekerja sama menggunakan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.
"Longsor itu menyebabkan arus lalu lintas sempat terputus total dari Tapanuli Utara menuju Kabupaten Tapanuli Selatan," jelas Kombes Pol Ferry Walintukan. Ia menambahkan bahwa personel kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses pembersihan.
Proses evakuasi material longsor membutuhkan waktu dan upaya yang signifikan. Namun, berkat kerja sama dan koordinasi yang baik, akses jalan berhasil dibuka kembali dalam waktu relatif singkat. Hal ini menunjukkan kesigapan dan profesionalisme tim gabungan dalam menangani bencana alam tersebut.
Meskipun akses jalan sudah kembali dibuka, pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi longsor susulan dan memastikan keselamatan pengguna jalan. Alat berat masih dikerahkan untuk memastikan jalan dapat kembali dilalui secara normal tanpa hambatan.
Imbauan Kepolisian untuk Pengguna Jalan
Polda Sumut mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati, terutama saat hujan deras melanda wilayah tersebut. Kondisi jalan yang baru saja dilalui longsor masih rawan terhadap potensi longsor susulan atau kerusakan jalan lainnya.
"Personel kepolisian tetap siaga di lokasi itu untuk mengantisipasi longsor susulan, serta mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar," ujar Kombes Pol Ferry Walintukan. Penting bagi pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas dan selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Polda Sumut juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi cuaca dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat bencana alam, terutama di jalur-jalur yang rawan longsor. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam situasi seperti ini.
Dengan dibukanya kembali akses jalan lintas Taput-Tapsel, diharapkan aktivitas ekonomi dan sosial di kedua daerah tersebut dapat kembali berjalan normal. Namun, kewaspadaan dan kehati-hatian tetap diperlukan mengingat potensi bencana alam di wilayah tersebut.
Pemantauan terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas. Kerja sama yang baik antara kepolisian, TNI, dan BPBD menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi bencana alam dan memastikan keselamatan masyarakat.