APBN Dorong Pariwisata dan Infrastruktur: Jalan Tol dan Objek Wisata Makin Maju
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, menyoroti peran APBN dalam pengembangan destinasi wisata dan jalan tol di Indonesia, meningkatkan konektivitas dan perekonomian lokal.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru-baru ini memaparkan peran penting Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pengembangan sektor pariwisata dan infrastruktur jalan tol di Indonesia. Melalui unggahan di Instagram, beliau mencontohkan pengembangan objek wisata di sepanjang Sungai Kesek, Kendal, Jawa Tengah, yang menerima Rp250 juta dari APBN. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan menarik wisatawan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan infrastruktur yang memadai.
Sri Mulyani juga menyorot pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang sebagai bukti nyata kontribusi APBN dalam pembangunan infrastruktur. Jalan tol sepanjang 75 kilometer ini menghubungkan Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kota Semarang, mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa. Meskipun tidak merinci jumlah APBN yang dialokasikan, beliau menekankan peran kemitraan publik-swasta dalam proyek ini.
Lebih lanjut, Menteri Keuangan juga menyampaikan realisasi penggunaan APBN untuk pembangunan infrastruktur jalan tol lainnya, yaitu Jalan Tol Padang-Sicincin di Sumatera Barat. Proyek ini telah menyerap dana APBN sebesar Rp906,24 miliar hingga 20 Maret 2025. Pembangunan jalan tol sepanjang 35,9 kilometer ini telah dioperasikan sementara untuk mengurangi kemacetan selama libur Lebaran 2025, dan bahkan dibuka gratis bagi pemudik.
Pengembangan Destinasi Wisata di Kendal
Objek wisata di Sungai Kesek, Kendal, Jawa Tengah, mendapatkan suntikan dana Rp250 juta dari APBN. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan berbagai fasilitas dan aktivitas wisata, termasuk pembelajaran pembuatan gula aren. Sejak diluncurkan Mei 2022, kawasan wisata ini telah memberikan dampak ekonomi positif bagi warga Desa Sriwulan. Hal ini menunjukkan bagaimana APBN dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata.
Dengan adanya pengembangan ini, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Pengembangan objek wisata ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan usaha-usaha kecil dan menengah (UKM) yang mendukung sektor pariwisata.
Keberhasilan pengembangan objek wisata di Kendal ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi wisata lokal dengan memanfaatkan APBN secara efektif.
Jalan Tol Batang-Semarang: Konektivitas yang Lebih Baik
Jalan Tol Batang-Semarang, bagian dari Jalan Tol Trans Jawa, dibangun dengan dukungan APBN melalui skema kemitraan publik-swasta. Jalan tol sepanjang 75 kilometer ini memiliki jembatan ikonik berwarna merah yang membentang di atas Sungai Kuto. Proyek ini berhasil meningkatkan konektivitas antar daerah dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan.
Dengan adanya jalan tol ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat. Pembangunan infrastruktur jalan tol juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional dengan membuka aksesibilitas yang lebih baik.
Jembatan ikonik berwarna merah di atas Sungai Kuto menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengguna jalan tol. Desain yang menarik ini juga memperindah pemandangan di sepanjang jalur tol.
Jalan Tol Padang-Sicincin: Lancar Mudik Lebaran 2025
Jalan Tol Padang-Sicincin di Sumatera Barat telah menelan biaya Rp906,24 miliar dari APBN hingga Maret 2025. Jalan tol sepanjang 35,9 kilometer ini telah dioperasikan sementara untuk mengurangi kemacetan selama libur Lebaran 2025. Pemerintah bahkan memberikan kebijakan menarik dengan membuka akses jalan tol ini secara gratis bagi para pemudik.
Pembukaan gratis ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pemudik selama periode Lebaran. Langkah ini juga menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam hal mobilitas selama musim mudik.
Penggunaan APBN untuk pembangunan jalan tol ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya dalam hal konektivitas dan kemudahan aksesibilitas.
Secara keseluruhan, pemanfaatan APBN untuk pengembangan destinasi wisata dan infrastruktur jalan tol telah memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Proyek-proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memberdayakan masyarakat.