Awasi Visi Ekonomi Berkelanjutan Gubernur NTT: Kunci Pembangunan Lima Tahun Mendatang
Pengamat ekonomi soroti pentingnya mengawal visi ekonomi berkelanjutan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, untuk pembangunan ekonomi NTT lima tahun mendatang dengan fokus pada peningkatan pendapatan per kapita dan pemerataan ekonomi.

Kupang, NTT, 24 Maret 2024 (ANTARA) - Doktor Fritz Fanggidae, pengamat ekonomi dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menekankan pentingnya pengawalan visi ekonomi berkelanjutan Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, untuk keberhasilan pembangunan ekonomi provinsi tersebut dalam lima tahun mendatang. Hal ini disampaikan dalam diskusi publik yang digelar oleh PWI NTT di Kupang, Senin lalu. Diskusi ini membahas bagaimana visi ekonomi berkelanjutan dapat direalisasikan dan dampaknya bagi masyarakat NTT.
Tujuh pilar visi Gubernur Melki, salah satunya adalah ekonomi berkelanjutan. Menurut Dr. Fanggidae, pilar ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan sektor-sektor kunci pembangunan NTT. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan visi ini dapat diukur melalui dua indikator utama: peningkatan pendapatan per kapita dan pemerataan ekonomi, yang ditandai dengan pengurangan angka kemiskinan menuju nol persen dan perbaikan rasio gini.
Pentingnya pengawalan visi ini tidak hanya terletak pada pengawasan capaian indikator, tetapi juga pada kemampuan pemerintah dalam menciptakan terobosan baru untuk mengatasi permasalahan struktural ekonomi NTT. Dr. Fanggidae menyoroti peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu sektor potensial yang perlu mendapatkan perhatian serius.
UMKM: Penggerak Utama Ekonomi NTT
Dr. Fanggidae menilai UMKM di NTT memiliki potensi besar, namun masih menghadapi sejumlah kendala. Ia menyoroti perlunya fasilitasi pemerintah untuk mengkonsolidasikan UMKM yang jumlahnya sudah banyak namun belum terorganisir dengan baik. "Peran UMKM sangat penting untuk keberlanjutan ekonomi, sebab kita tahu fondasi utama dan struktur dasar ekonomi NTT erat kaitannya dengan pelaku UMKM," tegasnya.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM, Dr. Fanggidae menyarankan pemerintah untuk menerapkan skema pembiayaan yang lebih mudah diakses. Dengan demikian, UMKM dapat menjadi penggerak utama perekonomian NTT. Pemerintah juga didorong untuk proaktif dalam mencari dan membina UMKM yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dikonsolidasikan.
Selain pembiayaan, penting juga untuk memastikan koneksi mata rantai ekonomi dari hulu hingga hilir. "Ini hal pertama yang harus kita lakukan dalam mengawal program pemerintah, menjamin adanya kebijakan yang kuat demi koneksi antara hulu, tengah, dan hilir ekonomi NTT," kata Dr. Fanggidae. Integrasi tersebut akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kebijakan Kuat untuk Konektivitas Ekonomi
Integrasi ekonomi dari hulu hingga hilir memerlukan kebijakan yang kuat dan terencana dengan baik. Hal ini akan memastikan bahwa setiap tahap produksi dan distribusi berjalan lancar dan saling mendukung. Dengan demikian, nilai tambah produk lokal dapat dioptimalkan dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan.
Pengawasan terhadap implementasi kebijakan ini sangat penting untuk memastikan bahwa program-program pemerintah berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi perekonomian NTT. Transparansi dan akuntabilitas juga menjadi kunci keberhasilan dalam mengawal visi ekonomi berkelanjutan ini.
Kesimpulannya, keberhasilan visi ekonomi berkelanjutan Gubernur NTT sangat bergantung pada pengawasan yang ketat, kolaborasi yang efektif antara pemerintah dan stakeholders, serta implementasi kebijakan yang tepat sasaran. Fokus pada UMKM dan integrasi ekonomi dari hulu hingga hilir menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.