Banjir Berau: Kemensos Salurkan Bantuan Rp429 Juta, Ribuan Jiwa Terdampak
Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik dan makanan senilai Rp429 juta untuk mengatasi dampak banjir di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang telah mendampak 10.327 jiwa dari 3.444 KK.

Banjir yang melanda Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, telah mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras dan air pasang yang mengakibatkan ratusan rumah di sembilan kampung dan empat kecamatan terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1-3 meter. Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat merespon bencana ini dengan menyalurkan bantuan logistik dan makanan untuk meringankan beban warga yang terdampak.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, dalam keterangan tertulis pada Senin, 31 Maret 2024, menyatakan bahwa Kemensos telah melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi bencana. Bantuan tahap awal telah didistribusikan, mencakup kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman. Selain itu, Kemensos juga turut serta dalam upaya evakuasi warga, terutama kelompok rentan, ke tempat yang lebih aman.
Total bantuan yang disalurkan Kemensos mencapai Rp429.691.050. Bantuan ini tidak hanya berupa makanan, tetapi juga mencakup kebutuhan lain seperti matras, kasur, pakaian, dan tenda. Kerjasama antar lembaga juga terlihat dalam penanganan bencana ini, melibatkan berbagai pihak seperti Direktorat PSKBA, BBPPKS Kemensos Banjarmasin, Dinsos Kalimantan Timur, Dinsos dan Tagana Berau, serta instansi terkait lainnya.
Bantuan Logistik dan Permakanan dari Kemensos
Rincian bantuan tahap pertama yang diberikan Kemensos meliputi 1.000 dus mie instan dan 1.000 dus air mineral. Bantuan tahap kedua mencakup 2.000 paket makanan siap saji, 368 paket makanan anak, dan 450 paket lauk pauk siap saji. Selain makanan, Kemensos juga mendistribusikan 110 lembar matras, 200 lembar kasur, 500 paket sandang bayi, 45 paket kidsware, 100 paket family kit, dan 200 lembar tenda gulung. Semua barang dikirim dari Gudang BBPPKS Banjarmasin langsung ke Dinsos Kabupaten Berau.
Mensos Saifullah Yusuf menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Berau juga telah mendistribusikan bantuan sembako ke setiap rumah pengungsian sementara. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana.
Selain penyaluran bantuan logistik, Kemensos juga berperan aktif dalam pendampingan. Direktorat PSKBA Kemensos telah mengirimkan dua staf untuk berada di lokasi dan memberikan penanganan langsung kepada korban terdampak banjir. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan dukungan dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Jumlah Korban dan Penanganan Lebih Lanjut
Data sementara yang diperoleh Kemensos menunjukkan bahwa sebanyak 3.444 kepala keluarga (KK) dengan total 10.327 jiwa terdampak banjir. Jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan, begitu pula dengan jumlah korban meninggal dunia yang hingga saat ini masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Kemensos terus berupaya untuk mendapatkan data yang akurat dan lengkap.
Penanganan banjir di Berau melibatkan berbagai pihak, termasuk Direktorat PSKBA, BBPPKS Kemensos Banjarmasin, Dinsos Kalimantan Timur, Dinsos dan Tagana Berau, camat setempat, dan instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan membantu warga terdampak untuk kembali pulih.
Kemensos berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat Berau. Proses pendataan korban dan penyaluran bantuan akan terus dilakukan untuk memastikan semua warga yang terdampak mendapatkan pertolongan yang diperlukan. Semoga situasi di Berau segera membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.