Bentrokan Seram Utara: Gubernur Maluku Pastikan Penyelesaian Adil, Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, tegaskan penyelesaian bentrokan di Seram Utara akan adil dan imbau masyarakat tak terprovokasi, pasca kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan rumah.

Bentrokan antarwarga yang terjadi di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, pada Kamis, 3 April 2025, telah mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang signifikan. Peristiwa yang melibatkan warga Desa Sawai, Rumaholat, dan Masihulan ini telah menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, langsung merespon kejadian ini dengan komitmen untuk menyelesaikan masalah secara adil dan menjamin penegakan hukum.
Kerusuhan tersebut menyebabkan 69 rumah terbakar dan memaksa 82 kepala keluarga mengungsi. Tragisnya, seorang anggota kepolisian, Bripka Husni Abdullah, gugur saat bertugas di lokasi konflik. Kejadian ini menuntut respons cepat dan tepat dari pemerintah untuk meredakan situasi dan memberikan keadilan bagi para korban.
Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk menangani permasalahan ini secara adil dan transparan. Gubernur Lewerissa menekankan pentingnya menghindari provokasi dari pihak mana pun dan menyerukan masyarakat untuk mempercayakan proses hukum kepada aparat keamanan TNI dan Polri. Pernyataan Gubernur tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon pada Sabtu, 5 April 2025.
Langkah-Langkah Pemulihan Keamanan dan Ketertiban
Gubernur Lewerissa meminta peran aktif dari seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda untuk membantu mengembalikan situasi kondusif seperti semula. Koordinasi yang intensif antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
Selain itu, aparat keamanan TNI dan Polri telah meningkatkan penjagaan ketat di perbatasan ketiga desa yang terlibat bentrokan untuk mencegah potensi bentrok susulan. Situasi di lokasi saat ini dilaporkan mulai kondusif, meskipun kewaspadaan tetap dijaga.
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat, juga turut mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang bersifat provokatif. Pihaknya berkomitmen untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Bantuan Kemanusiaan dan Dukungan Berbagai Pihak
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi beras, makanan balita, tikar, peralatan tidur, perlengkapan dapur, tenda, dan terpal. BPBD dan Dinsos juga mendirikan tenda pengungsian di Gedung Gereja Hapare Holoi, Jemaat Masihulan.
Tidak hanya dari pemerintah, bantuan kemanusiaan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Klasis Masohi dan anggota DPRD Malteng Dapil Seram Utara. Aparat TNI dan Polri bersama masyarakat setempat juga telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum untuk melayani para pengungsi.
Upaya pemulihan pasca bentrokan ini membutuhkan kerjasama dan solidaritas dari semua pihak. Komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah secara adil dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi menjadi kunci penting dalam memulihkan situasi dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian antarwarga. Proses penyelesaian yang adil dan transparan diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi para korban dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.