Kapolda Maluku Jamin Keamanan Tulehu dan Tial Pascakonflik Antarpemuda
Kapolda Maluku memastikan keamanan di Tulehu dan Tial pascakonflik antarpemuda di Desa Tial, dengan rencana pendirian pos pengamanan dan tindakan tegas terhadap pelaku.

Ambon, 3 April 2025 - Sebuah perkelahian antarpemuda di Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada tanggal 31 Maret 2025, telah menimbulkan kekhawatiran akan keamanan di wilayah tersebut. Namun, Kapolda Maluku, Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan, memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Tulehu dan Tial. Kejadian bermula dari teguran seorang pemuda Desa Tial kepada tiga pemuda Desa Tulehu yang berujung penganiayaan, mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Peristiwa ini kemudian memicu reaksi balasan dari warga setempat.
Untuk memastikan keamanan dan ketertiban pascakonflik, Kapolda telah mengambil langkah-langkah strategis. Langkah tersebut meliputi pendirian pos pengamanan di Tulehu dan Tial serta penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kapolda juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan Raja Negeri dalam meredam situasi dan mencegah tindakan main hakim sendiri. "Berikan kesempatan kepada aparat untuk melakukan penyelidikan atas kejadian ini," tegas Kapolda.
Kerjasama antar instansi pemerintah juga terlihat dalam penanganan konflik ini. Kapolda bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dan perwakilan Pangdam XV/Pattimura telah mengadakan rapat kamtibmas di kantor Desa Tulehu bersama Raja Negeri Tulehu dan tokoh masyarakat. Rapat ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Kapolda juga menyampaikan penyesalan atas kejadian ini, terutama karena terjadi di momen perayaan Idul Fitri. "Seharusnya, kita saling menghargai, menghormati, dan menjalin silaturahmi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman," ujarnya.
Langkah Strategis Kapolda Maluku
Kapolda Maluku telah melakukan konsolidasi internal dengan memberikan pengarahan kepada perwira dan Kapolsek jajaran Polresta Pulau Ambon. Tujuannya adalah untuk memastikan wilayah hukum Polresta tetap kondusif dan tidak terpengaruh oleh kejadian di Tial. Langkah ini menunjukkan komitmen Kapolda dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Selain itu, Gubernur Maluku juga akan memfasilitasi pengobatan korban dan menanggung biaya pengobatan serta biaya duka.
Kapolda juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan. "Kami juga akan menyerahkan persoalan ini kepada aparat untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya. Ia mengimbau kepada Raja dan tokoh masyarakat di kedua desa untuk meredam warga dan tidak bertindak sendiri. "Jangan main hakim sendiri. Kalau ada yang terjadi, sampaikan kepada kami. Jangan sampai merusak citra Negeri Tulehu yang sudah terkenal. Ini aset kita," katanya mengingatkan.
Imbauan bijak dalam menggunakan media sosial juga disampaikan Kapolda. Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Kapolda Maluku beserta forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) lainnya menjamin bahwa situasi sudah aman, dan masyarakat dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa. Hal ini menunjukkan upaya untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan mengembalikan situasi normal.
Kronologi Perkelahian Antarpemuda
Perkelahian bermula dari teguran SL, seorang pemuda Desa Tial, kepada tiga pemuda Desa Tulehu (JM, RO, AS) yang sedang mengendarai sepeda motor di Dusun Salameti, Desa Tial. Ketiga pemuda dari Desa Tulehu tersebut melakukan penganiayaan terhadap SL menggunakan senjata tajam. Reaksi spontan dari masyarakat Desa Tial kemudian berujung pada penganiayaan terhadap ketiga pelaku. Akibatnya, RO meninggal dunia, sementara JM dan AS mengalami luka serius dan dirawat di RSUD Tulehu.
Kejadian ini menyoroti pentingnya komunikasi dan toleransi antar warga dari desa yang berbeda. Peristiwa ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam bertindak dan menyelesaikan masalah dengan cara yang damai dan tidak menimbulkan konflik.
Dengan adanya jaminan keamanan dari Kapolda Maluku dan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan situasi di Tulehu dan Tial dapat kembali kondusif dan masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan tenang.