Bimbingan Perkawinan: Strategi Menuju Keluarga Sejahtera di Indonesia
Bimbingan perkawinan menjadi langkah krusial dalam menciptakan keluarga bahagia dan sejahtera di Indonesia, menekan angka kematian ibu, serta mempersiapkan calon pengantin secara fisik, mental, dan finansial.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan bahwa bimbingan perkawinan (Bimwin) merupakan strategi penting untuk membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera di Indonesia. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, di Jakarta, Jumat (21/2).
Bimwin tidak hanya sekadar mempersiapkan calon pengantin untuk kehidupan berumah tangga, tetapi juga memberikan edukasi mengenai risiko kehamilan dan pentingnya kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan. Menurut Woro, kurangnya pengetahuan tentang kehamilan sehat, akses layanan kesehatan, dan pola makan yang tepat menjadi faktor penyebab utama kematian ibu di Indonesia.
Oleh karena itu, Bimwin memberikan bekal informasi komprehensif kepada calon pengantin, meliputi perencanaan kehamilan, nutrisi yang cukup, serta pemantauan kesehatan ibu hamil untuk mencegah komplikasi berbahaya. Tujuannya adalah agar calon pengantin siap menghadapi kehidupan berkeluarga secara fisik, mental, dan finansial.
Bimwin: Mempersiapkan Calon Pengantin Secara Holistik
Bimwin tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dalam rumah tangga. Komunikasi yang baik dapat mencegah konflik dan menjaga kesejahteraan keluarga. Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah Kemenag, Zudi Rahmanto.
Zudi Rahmanto menambahkan bahwa program Bimwin juga membekali calon pengantin dengan keterampilan komunikasi, pemahaman psikologi, serta peran dan tanggung jawab masing-masing sebagai suami atau istri. Dengan demikian, diharapkan pasangan dapat membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung.
Kemenag berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan program Bimwin agar lebih banyak calon pengantin dapat memperoleh manfaatnya. Program ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka kematian ibu dan mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera.
Aspek Penting dalam Bimbingan Perkawinan
Bimbingan perkawinan yang efektif mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
- Pendidikan Kesehatan Reproduksi: Memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, nutrisi ibu hamil, dan deteksi dini komplikasi kehamilan.
- Keterampilan Komunikasi: Membekali calon pengantin dengan kemampuan komunikasi yang efektif untuk menyelesaikan konflik dan membangun hubungan yang harmonis.
- Perencanaan Keuangan: Memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan keluarga, perencanaan anggaran, dan manajemen keuangan rumah tangga.
- Peran dan Tanggung Jawab: Menjelaskan peran dan tanggung jawab suami dan istri dalam rumah tangga, serta pentingnya pembagian tugas yang adil.
- Psikologi Pernikahan: Memberikan pemahaman tentang dinamika hubungan suami istri, manajemen konflik, dan pentingnya saling pengertian dan dukungan.
Dengan pendekatan holistik ini, Bimwin diharapkan dapat menjadi bekal yang berharga bagi calon pengantin dalam membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Melalui program Bimwin, pemerintah berupaya untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas, dimulai dari pondasi keluarga yang kuat dan sehat. Komitmen untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan Bimwin menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia emas.