Bontang: Komitmen Jadi Kota Ramah Investasi, Raih Rp2,7 Triliun di 2024
DPMPTSP Bontang berkomitmen tingkatkan investasi dengan perizinan mudah dan pelayanan prima, berhasil menarik Rp2,7 triliun investasi pada 2024 dan ciptakan 512 lapangan kerja.

Kota Bontang, Kalimantan Timur, tengah gencar mewujudkan komitmennya sebagai kota ramah investasi. Hal ini diwujudkan melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat. Dengan mempermudah proses perizinan dan memberikan pelayanan prima, Bontang berupaya menarik minat investor baik lokal, nasional, maupun internasional untuk menanamkan modalnya di daerah ini. Upaya ini terbukti efektif, dibuktikan dengan raihan investasi yang signifikan pada tahun 2024.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa komitmen ini diwujudkan dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor. "Sebagai langkah mewujudkan Bontang sebagai kota ramah investasi, kami membuka lebar pintu dan memberikan kemudahan bagi investor lokal, nasional, maupun internasional. Kami juga terus melakukan promosi tentang potensi dan peluang yang realistis," ujar Aspiannur di Bontang, Kamis (27/3).
Berbagai sektor unggulan di Bontang menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Potensi kelautan dan perikanan, industri kimia dasar dan barang kimia, farmasi, sektor jasa, perumahan, kawasan industri, perkantoran, perdagangan dan reparasi, serta konstruksi, menjadi beberapa sektor yang dipromosikan secara intensif. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan DPMPTSP Bontang telah membuahkan hasil yang positif.
Investasi Mengalir Deras ke Bontang
Bukti nyata komitmen Bontang sebagai kota ramah investasi terlihat dari angka investasi yang masuk sepanjang tahun 2024. Investasi yang berhasil ditarik mencapai angka yang fantastis, yaitu Rp2,7 triliun. Angka ini bukan hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi Bontang, tetapi juga dampak positif dari kemudahan perizinan dan pelayanan yang diberikan oleh DPMPTSP.
Lebih lanjut, investasi tersebut telah berhasil menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 512 orang. Hal ini menunjukkan bahwa investasi di Bontang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dalam hal penyerapan tenaga kerja. Angka ini mencakup baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
Aspiannur menambahkan bahwa kemudahan dalam mengurus izin investasi, baik secara daring maupun luring, menjadi salah satu kunci keberhasilan menarik investasi. "Banyak kemudahan yang diberikan untuk berinvestasi di Bontang, diantaranya dalam mengurus izin investasi dapat dilakukan secara daring, menjamin investor mendapat keuntungan, pendampingan dan informasi mengenai peluang investasi di berbagai sektor unggulan," tambahnya.
Strategi Promosi yang Efisien
Di tengah efisiensi anggaran, DPMPTSP Bontang tetap berupaya mempromosikan potensi investasi daerah melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan pemberitaan. Strategi promosi yang efisien ini terbukti efektif dalam menjangkau calon investor.
Meskipun demikian, Aspiannur mengakui pentingnya dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi untuk meningkatkan daya ungkit promosi investasi di Bontang. "Kami tetap berusaha mempromosikan Bontang dengan cara efisien untuk menjangkau lebih banyak calon investor. Sedangkan untuk meningkatkan promosi dan perencanaan investasi, kami akan minta bantu kementerian dan provinsi untuk meningkatkan daya ungkit promosi sampai ke investasi," katanya.
Investasi di Bontang tidak hanya berdampak pada peningkatan perekonomian daerah, tetapi juga mengurangi angka pengangguran dan memberikan transfer ilmu serta keterampilan kepada warga lokal. Hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran, namun tetap mengedepankan pembangunan ekonomi daerah.
Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang tepat, Bontang terus berupaya untuk menjadi kota yang ramah investasi dan mampu menarik investasi yang lebih besar lagi di masa mendatang. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bontang.