Boy Thohir Borong Jutaan Saham Adaro Andalan: Optimisme di Tengah Volatilitas IHSG
Presiden Direktur ADRO, Boy Thohir, optimis terhadap ekonomi Indonesia dan membeli 7,3 juta saham Adaro Andalan (AADI) di tengah volatilitas IHSG, melihatnya sebagai peluang investasi.

Pengusaha nasional Garibaldi "Boy" Thohir telah melakukan pembelian sejumlah 7,3 juta lembar saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Pembelian tersebut dilakukan baik secara pribadi maupun melalui PT Trinugraha Thohir (TNT), perusahaan keluarganya. Aksi ini terjadi di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada Rabu, 19 Maret di Jakarta.
Keputusan Boy Thohir untuk menambah portofolio saham AADI didasari oleh keyakinannya terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid. Ia melihat pelemahan IHSG belakangan ini bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang investasi. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan buyback saham yang dilakukan oleh perusahaan yang dipimpinnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024.
"Hal ini dilakukan karena saya percaya terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan fundamental operasional perusahaan," ujar Boy Thohir dalam keterangan resmi. Ia menekankan bahwa tren pelemahan harga saham justru menjadi momen ideal bagi investor untuk menambah kepemilikan saham, terutama saham emiten domestik dengan kinerja keuangan positif. "Secara fundamental banyak perusahaan di dalam negeri yang kinerjanya bagus, valuenya murah, it’s time to buy," tambahnya.
Analisis Investasi di Tengah Volatilitas Pasar
Boy Thohir melihat aksi pembelian saham AADI sebagai langkah strategis di tengah kondisi pasar yang dinamis. Ia menilai bahwa fundamental ekonomi Indonesia yang kuat menjadi dasar kepercayaan dirinya untuk berinvestasi. Pernyataan ini menunjukkan optimisme terhadap prospek jangka panjang perekonomian Indonesia, meskipun IHSG mengalami fluktuasi.
Keputusan ini juga mencerminkan strategi investasi yang memanfaatkan momen pelemahan harga saham untuk memperoleh aset bernilai dengan harga yang relatif lebih rendah. Langkah ini menunjukkan kepercayaan diri Boy Thohir terhadap kinerja AADI di masa mendatang.
Lebih lanjut, pembelian saham AADI oleh Boy Thohir dan PT Trinugraha Thohir menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan tersebut. Hal ini dapat menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.
Kinerja Keuangan AADI dan Prospek Ke Depan
Pada akhir tahun 2024, AADI mencatatkan laba bersih sebesar 1,21 miliar dolar AS atau sekitar Rp19,56 triliun (dengan kurs Jisdor 31 Desember 2024 Rp16.157 per dolar AS). Meskipun mengalami penurunan pendapatan sebesar 10 persen (yoy) menjadi 5,32 miliar dolar AS atau sekitar Rp85,94 triliun, AADI tetap menunjukan pertumbuhan laba bersih sebesar 5,86 persen (yoy).
Kinerja keuangan AADI yang positif, meskipun di tengah penurunan pendapatan, menjadi salah satu faktor yang mendukung keputusan Boy Thohir untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa AADI mampu menjaga profitabilitasnya meskipun menghadapi tantangan penurunan pendapatan.
Data keuangan tersebut menunjukkan kemampuan AADI dalam mengelola operasionalnya dan menghasilkan keuntungan, sehingga menarik minat investor seperti Boy Thohir untuk melakukan investasi.
Kesimpulannya, pembelian saham AADI oleh Boy Thohir merupakan sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kinerja perusahaan-perusahaan domestik, terlepas dari fluktuasi IHSG. Hal ini juga bisa menjadi indikator bagi investor lain untuk mempertimbangkan investasi di pasar saham Indonesia.