BPBD Sulbar Tingkatkan Kapasitas TATT dan TRC Hadapi Potensi Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat meningkatkan kapasitas tenaga administrasi tidak tetap (TATT) dan tim reaksi cepat (TRC) guna menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) gencar meningkatkan kapasitas tenaga administrasi tidak tetap (TATT) dan tim reaksi cepat (TRC) dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah tersebut. Peningkatan kapasitas ini meliputi sumber daya manusia (SDM) dan peralatan penunjang.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menjelaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan TATT dan TRC. "Peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan TATT dan TRC sangat penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Sulbar," ujarnya di Mamuju, Kamis (27/2).
Evaluasi kinerja, kendala di lapangan, dan strategi penanggulangan bencana menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan efektivitas penanganan bencana di Sulbar. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan optimal tim dalam menghadapi keadaan darurat, baik dari segi SDM maupun peralatan.
Evaluasi Kinerja TATT dan TRC
Evaluasi yang dilakukan BPBD Sulbar terhadap TATT dan TRC bertujuan untuk memastikan setiap anggota tim siap siaga kapan pun dibutuhkan. "Kita harus memastikan bahwa tim memiliki kesiapan yang optimal," tegas Yasir Fattah. Ketepatan waktu kehadiran dan kesiapan fisik serta mental dinilai sebagai kunci dalam menghadapi potensi bencana.
Lebih lanjut, Yasir Fattah menekankan pentingnya kesiapan optimal tim dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana. "Kehadiran yang tepat waktu dan kesiapsiagaan fisik maupun mental adalah kunci dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di wilayah ini," katanya.
Selain kesiapsiagaan individu, evaluasi juga mencakup koordinasi dan kerjasama antar anggota tim dalam menghadapi situasi darurat. BPBD Sulbar berupaya memastikan setiap anggota tim mampu bekerja secara efektif dan efisien dalam situasi krisis.
Kesiapsiagaan Posko Siaga Bencana
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulbar, Arnidah, menambahkan bahwa rapat evaluasi juga membahas pentingnya kehadiran di kantor bagi TATT dan TRC. Hal ini untuk memastikan mereka selalu aktif dan siap menghadapi situasi darurat. "Setiap anggota tim harus tetap siaga untuk menghadapi berbagai potensi ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi," jelas Arnidah.
BPBD Sulbar juga memastikan kesiapan Posko Siaga Bencana hingga akhir Maret 2025. Posko ini disiapkan untuk menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah yang sering terjadi di wilayah tersebut. "Posko Siaga Bencana tetap disiagakan hingga akhir Maret tahun 2025 dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah," kata Arnidah.
Pencegahan dan mitigasi bencana menjadi fokus utama BPBD Sulbar. Dengan meningkatkan kapasitas TATT dan TRC, diharapkan penanganan bencana di Sulbar akan semakin efektif dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman bencana.
Selain itu, BPBD Sulbar juga berencana untuk melakukan pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana secara berkala untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan TATT dan TRC dalam menghadapi berbagai skenario bencana. Hal ini penting untuk memastikan kesiapan tim dalam menghadapi berbagai tantangan dan situasi yang kompleks.