Buku Gratis Ludes Dibawa Pemudik di Kampung Rambutan: Minat Literasi Meningkat!
Program 'Mudik Asyik Baca Buku 2025' di Terminal Kampung Rambutan sukses besar; ribuan buku gratis habis dibawa pemudik, menunjukkan minat baca yang tinggi.

Jakarta, 27 Maret 2025 - Ribuan buku gratis yang disediakan dalam program 'Mudik Asyik Baca Buku 2025' di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, telah habis dibawa pemudik. Kegiatan kolaborasi antara Terminal Kampung Rambutan dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap literasi, khususnya selama periode mudik Lebaran.
Program yang berlangsung selama dua hari, 26-27 Maret 2025, ini tidak hanya digelar di Kampung Rambutan, tetapi juga di lima lokasi lainnya di Jakarta: Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Pulogebang, dan Bandara Halim Perdanakusuma. Kesuksesan program ini ditandai dengan habisnya buku-buku di semua lokasi, menunjukkan minat baca masyarakat yang tinggi, terutama di tengah kesibukan mudik.
Staf Badan Bahasa, Mutiara, menjelaskan bahwa total 20.000 buku disediakan, dengan 4.000 buku dialokasikan untuk Terminal Kampung Rambutan. Buku-buku yang disediakan beragam, tidak hanya buku anak-anak, tetapi juga buku untuk dewasa, meliputi buku ekonomi, pemasaran, novel, buku biografi, bahkan buku audit internal bank. Hal ini menunjukkan upaya Badan Bahasa untuk mengakomodasi minat baca berbagai kalangan usia dan latar belakang.
Suksesnya Program Mudik Asyik Baca Buku 2025
Program 'Mudik Asyik Baca Buku' yang telah diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 2019, 2024, dan 2025, terus menunjukkan peningkatan minat baca masyarakat. Kolaborasi dengan Terminal Kampung Rambutan pada tahun 2024 dan 2025 semakin memperluas jangkauan program dan mendekatkan buku kepada para pemudik.
Mutiara menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat dan memberikan alternatif hiburan edukatif bagi anak-anak selama perjalanan mudik. Dengan menyediakan buku bacaan yang beragam, program ini diharapkan dapat mengisi waktu perjalanan mudik dengan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan.
Kemendikdasmen sendiri menyediakan lebih dari 10.000 buku bacaan anak, yang kemudian ditambah dengan sekitar 10.000 buku dari mitra-mitra Badan Bahasa. Kerja sama ini menunjukkan komitmen bersama untuk mendorong minat baca di kalangan masyarakat.
Beragam Jenis Buku untuk Semua Usia
Salah satu keunggulan program ini adalah keberagaman jenis buku yang disediakan. Tidak hanya buku anak-anak dengan cerita dan ilustrasi menarik, tetapi juga buku-buku untuk dewasa dengan berbagai genre, seperti novel, buku ekonomi, dan buku-buku pengetahuan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa program ini dirancang untuk mengakomodasi minat baca berbagai kalangan usia dan latar belakang.
Keberadaan buku-buku seperti buku audit internal bank dan buku tentang ekonomi menunjukkan upaya Badan Bahasa untuk menyediakan bacaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ini merupakan strategi yang cerdas untuk menarik minat baca, khususnya bagi kalangan dewasa yang mungkin tidak selalu menganggap membaca sebagai kegiatan utama.
Pilihan buku yang beragam ini juga menunjukkan komitmen Badan Bahasa untuk mempromosikan literasi secara inklusif, menjangkau berbagai kelompok masyarakat dengan minat baca yang berbeda-beda.
Suksesnya program ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia cukup tinggi, dan inisiatif seperti 'Mudik Asyik Baca Buku' dapat menjadi model yang efektif untuk mendorong budaya literasi di tengah masyarakat.
Melalui program ini, Badan Bahasa berharap semakin banyak keluarga yang menjadikan buku sebagai teman perjalanan yang bermanfaat dan menyenangkan. Dengan demikian, budaya literasi dapat terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.