Badan Bahasa Ajak Komunitas Literasi Hibur Pemudik di Kampung Rambutan
Badan Bahasa Kemendikdasmen undang komunitas literasi seperti Koper Baca dan Kargo Baca untuk menghibur pemudik di Terminal Kampung Rambutan dan meningkatkan minat baca.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak komunitas literasi untuk memeriahkan suasana mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan menghibur para pemudik sekaligus menumbuhkan minat baca, khususnya pada anak-anak. Pada Kamis, 27 Maret 2024, Komunitas Koper Baca dan Komunitas Kargo Baca diundang untuk berpartisipasi dalam acara yang bertajuk "Mudik Asyik Baca Buku".
Komunitas Koper Baca, yang berdiri sejak tahun 2023, diwakili oleh Hanna Ameera. Hanna, yang juga pendiri Rumah Literasi Lampu Baca (diresmikan 2022), melakukan kegiatan mendongeng dan membaca buku bersama anak-anak pemudik. Ia membawa koper berisi buku-buku yang biasa digunakan untuk kegiatan literasi di taman-taman. "Koper Baca ini biasanya aku bawa ke taman-taman. Misalnya kan banyak anak-anak, aku ajak baca, terus kadang aku dongeng, kadang aku baca nyaring," ujar Hanna.
Hanna tergerak untuk memulai kegiatan literasi karena keprihatinannya terhadap rendahnya minat baca di lingkungan sekitarnya. Meskipun ia menyadari pentingnya teknologi, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penggunaan gadget dan kegiatan membaca. "Sebenarnya boleh-boleh aja main gadget, cuma kan ada waktunya juga untuk misalnya membaca, menulis," kata gadis berusia 12 tahun tersebut. Ia berharap kegiatan mendongengnya dapat meningkatkan minat baca anak-anak.
Mengenal Komunitas Koper Baca dan Kargo Baca
Komunitas Koper Baca, diprakarsai oleh Hanna Ameera, fokus pada kegiatan membaca dan mendongeng untuk anak-anak. Mereka aktif mengunjungi taman-taman dan tempat umum lainnya untuk menjangkau anak-anak yang kurang memiliki akses terhadap buku. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Hanna terhadap pentingnya literasi sejak usia dini.
Sementara itu, Komunitas Kargo Baca hadir dengan pertunjukan pantomim yang menghibur. Edi Dimyati, salah satu penggiat komunitas ini, menjelaskan bahwa pantomim dipilih sebagai media untuk mendekatkan anak-anak dengan buku. "Hanya sekadar menyuguhkan buku aja, kurang seru ... yang penting, prioritas itu adalah bagaimana caranya anak-anak bisa dekat dulu emosinya," jelas Edi. Menurutnya, pendekatan emosional lebih dulu diperlukan sebelum mengajak anak-anak untuk membaca.
Komunitas Kargo Baca telah memiliki perpustakaan bernama Kampung Buku sejak tahun 2010. Mereka aktif mendekatkan buku kepada masyarakat dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan sepeda untuk membawa buku-buku ke berbagai lokasi. Selain mendonasikan buku ke taman baca di seluruh Indonesia, mereka juga telah membuat pojok buku di Lantai 2 Terminal Kampung Rambutan dan berencana untuk melakukan kampanye minat baca di sekolah-sekolah.
Pentingnya Literasi di Tengah Arus Mudik
Inisiatif Badan Bahasa dalam menggandeng komunitas literasi untuk menghibur pemudik di Terminal Kampung Rambutan merupakan langkah positif dalam mempromosikan budaya literasi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan bagi pemudik, tetapi juga menanamkan kecintaan membaca sejak usia dini. Dengan pendekatan yang kreatif dan menghibur, diharapkan minat baca anak-anak Indonesia dapat terus meningkat.
Partisipasi aktif komunitas literasi seperti Koper Baca dan Kargo Baca menunjukkan kepedulian mereka terhadap perkembangan literasi di Indonesia. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai tempat dan kesempatan untuk menjangkau lebih banyak anak-anak dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Badan Bahasa dan komunitas literasi berharap dapat menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan anak-anak, sekaligus memberikan hiburan positif bagi para pemudik selama menunggu keberangkatan.