BUMD Pangan DKI Jakarta Diminta Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan
Komisi C DPRD DKI Jakarta mendesak BUMD pangan untuk aktif mengendalikan lonjakan harga menjelang Ramadhan, demi kesejahteraan masyarakat Jakarta.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Komisi C DPRD DKI Jakarta mendesak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan di Jakarta untuk berperan aktif dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang dan selama bulan Ramadhan. Hal ini disampaikan oleh Dimaz Raditya di Jakarta pada Senin, 24 Februari 2023, karena BUMD pangan dinilai memiliki tanggung jawab sosial di luar keuntungan semata. Langkah ini penting untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga bahan pangan.
Desakan ini muncul sebagai antisipasi terhadap potensi lonjakan harga yang sering terjadi menjelang bulan Ramadhan. BUMD pangan, menurut Dimaz, tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebelumnya telah mengumumkan rencana operasi pasar di 193 titik di Jakarta untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Rencana ini telah disusun sebelum Kementerian Pertanian meluncurkan program operasi pasar nasional, menunjukkan kesiapsiagaan Pemprov DKI dalam menghadapi potensi lonjakan harga.
BUMD Pangan dan Peran Strategisnya
Dimaz Raditya menekankan pentingnya peran BUMD pangan dalam mengendalikan harga. Ia menyarankan agar BUMD pangan DKI Jakarta dapat menjalankan operasi pasar dan program pasar murah untuk menekan harga barang kebutuhan pokok. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Lebih lanjut, Dimaz juga mendorong agar BUMD pangan lebih proaktif dalam mengantisipasi lonjakan harga. BUMD tidak hanya sekadar mencari keuntungan, tetapi juga harus berkontribusi pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa peran aktif BUMD pangan sangat penting, mengingat Ramadhan merupakan momen penting bagi umat muslim dan kebutuhan akan bahan pangan meningkat secara signifikan.
BUMD diharapkan dapat menjadi penyangga agar harga tetap stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah Konkret Pemprov DKI Jakarta
Selain peran BUMD pangan, Dimaz juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah konkret melalui dinas terkait, seperti Dinas UMKM atau PD Pasar Jaya. Kebijakan yang tepat dan terarah sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat menghadapi potensi lonjakan harga.
Pemprov DKI perlu memastikan koordinasi yang baik antar instansi terkait untuk menciptakan sinergi dalam menjaga stabilitas harga. Hal ini penting untuk menghindari tumpang tindih program dan memastikan efektivitas kebijakan.
Kerjasama yang erat antara Pemprov DKI, BUMD pangan, dan pihak terkait lainnya sangat krusial untuk keberhasilan program stabilisasi harga ini.
Dengan adanya kerjasama yang baik, diharapkan lonjakan harga dapat ditekan dan masyarakat dapat menikmati Ramadhan dengan lebih tenang.
Operasi Pasar dan Antisipasi Lonjakan Harga
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merencanakan operasi pasar di 193 titik di wilayahnya sebagai upaya untuk menstabilkan harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadhan. Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan bahwa rencana ini sudah disusun sebelum adanya program operasi pasar nasional.
Meskipun operasi pasar nasional dimulai pada 24 Februari 2023, Pemprov DKI Jakarta telah lebih dulu mempersiapkan langkah antisipasi. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya operasi pasar, diharapkan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau dan stok yang cukup selama bulan Ramadhan.
Langkah ini juga diharapkan dapat mencegah praktik penimbunan dan spekulasi yang dapat menyebabkan lonjakan harga.
Dengan adanya berbagai upaya tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman tanpa khawatir akan lonjakan harga kebutuhan pokok.