Bupati Sleman Pantau Pos Mudik dan Infrastruktur Rusak Akibat Longsor Jelang Lebaran
Bupati Sleman meninjau pos pengamanan mudik dan infrastruktur yang rusak akibat longsor di Prambanan, Turi, dan Tempel, serta memberikan bantuan kepada korban terdampak.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, beserta jajarannya melakukan pantauan langsung ke sejumlah pos pengamanan dan infrastruktur yang rusak akibat longsor di Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada Minggu. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025 dan memberikan dukungan kepada petugas keamanan. Pantauan meliputi pos pengamanan di Prambanan, Turi, dan Tempel, serta lokasi-lokasi infrastruktur yang terdampak longsor.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa; Ketua DPRD Sleman, Gustan Ganda; Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo; Dandim 0732/Sleman, Letkol Inf Mohammad Zainollah; Sekda Sleman, Susmiarto; dan sejumlah kepala OPD terkait turut serta dalam kegiatan tersebut. Bupati Harda juga menyerahkan bingkisan logistik kepada para petugas jaga di pos-pos pengamanan yang dikunjungi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Harda menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan pemudik. "Untuk pemudik saya harap mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, tertib di jalan, semoga selamat sampai tujuan," katanya. Kapolresta Sleman menambahkan bahwa arus lalu lintas sejauh ini terkendali, terutama berkat dibukanya pintu keluar Tol Tamanmartani yang membantu mengurai kepadatan.
Peninjauan Pos Pengamanan Mudik Lebaran
Pantauan pos pengamanan mudik dilakukan di tiga kapanewon (kecamatan) yaitu Prambanan, Turi, dan Tempel. Kapolresta Sleman menjelaskan bahwa pengamanan melibatkan kerjasama antara polisi, TNI, pemerintah daerah (Dinas Perhubungan), dan relawan. Pengamanan telah dimulai sejak tanggal 23 Maret dan mencakup antisipasi kepadatan lalu lintas selama takbiran dan kegiatan wisata Lebaran.
Bupati Harda memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang bertugas menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik. Ia berharap sinergi antar instansi terkait dapat terus ditingkatkan demi menciptakan suasana kondusif selama periode mudik Lebaran.
Selain itu, Bupati Harda juga menekankan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan para pemudik dalam mematuhi peraturan lalu lintas guna mencegah kecelakaan dan memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.
Peninjauan Lokasi Terdampak Longsor
Setelah meninjau pos pengamanan, rombongan Bupati Sleman mengunjungi lokasi-lokasi yang terdampak longsor. Salah satunya adalah rumah Purwanto di Padukuhan Cepit, Bokoharjo, Prambanan, yang dapurnya rusak akibat longsor pada Jumat malam (28/3). Bupati Harda memberikan bantuan kepada pemilik rumah tersebut.
Selanjutnya, rombongan meninjau talud jalan yang roboh di Padukuhan Mlakon, Sambirejo, Prambanan, akibat longsor. Kerusakan infrastruktur juga ditemukan di jembatan gantung Kalijogo di Karang Wetan, Tegaltirto, Berbah, yang mengalami kerusakan pada bagian talud di bawah jembatan.
Bupati Harda menyatakan komitmennya untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna memperbaiki kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum tersebut secepatnya. Hal ini bertujuan agar kegiatan masyarakat, termasuk perekonomian, pendidikan, dan sosial, dapat berjalan dengan lancar.
Kerusakan Infrastruktur Akibat Longsor:
- Rumah Purwanto di Padukuhan Cepit, Bokoharjo, Prambanan (dapur rusak)
- Talud jalan roboh di Padukuhan Mlakon, Sambirejo, Prambanan
- Talud di bawah jembatan gantung Kalijogo, Karang Wetan, Tegaltirto, Berbah, rusak
Dengan adanya perbaikan infrastruktur yang terdampak longsor, diharapkan aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan perekonomian daerah dapat pulih.