Buruh Bangunan di Koja Meninggal Tertimpa Tembok Saat Istirahat
Seorang buruh bangunan berusia 58 tahun meninggal dunia setelah tertimpa tembok di lokasi proyek pembangunan di Koja, Jakarta Utara, saat jam istirahat makan siang.

Seorang buruh bangunan, S (58), ditemukan meninggal dunia setelah tertimpa tembok di lokasi proyek Jalan Mangga, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa, 25 Februari 2024, sekitar pukul 12.20 WIB. Kejadian tersebut mengungkap risiko keselamatan kerja yang masih menjadi tantangan di sektor konstruksi.
Menurut keterangan Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Koja Polres Metro Jakarta Utara, AKP Alex Chandra, saat kejadian seluruh pekerja sedang beristirahat makan siang. Namun, korban diketahui masih bekerja menggali tanah untuk pondasi bangunan. Tanpa diduga, tembok bangunan di atasnya ambruk dan menimpa korban hingga tewas di lokasi kejadian.
AKP Alex Chandra menambahkan, "Korban berusia 58 tahun dan kejadian hari ini sekitar pukul 12.20 WIB." Ia menjelaskan bahwa korban mengalami luka parah di bagian kepala yang menyebabkan kematian instan. Setelah mendapat laporan, petugas langsung menuju lokasi dan menemukan korban telah meninggal dunia di bawah reruntuhan bangunan.
Tragedi di Lokasi Proyek Koja
Insiden ini menyoroti pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja yang ketat di proyek konstruksi. Meskipun sedang jam istirahat, korban tetap bekerja, menunjukkan kemungkinan kurangnya pengawasan atau prosedur keselamatan yang tidak dipatuhi. Polisi telah mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah TKP untuk penyelidikan lebih lanjut.
AKP Alex Chandra menyatakan, "Korban meninggal dunia di lokasi dan saat ini jasad korban ini dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan atas kejadian tersebut." Proses autopsi akan membantu menentukan penyebab pasti kematian dan memberikan informasi lebih detail mengenai insiden tersebut.
Selain autopsi, pihak kepolisian juga telah melakukan serangkaian penyelidikan. Mereka telah meminta keterangan dari sejumlah saksi mata untuk mengumpulkan informasi yang akurat dan komprehensif guna mengungkap penyebab pasti ambruknya tembok tersebut. Hasil penyelidikan akan menentukan langkah hukum selanjutnya.
Penyelidikan dan Keselamatan Kerja
Proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian mencakup pengumpulan bukti-bukti di lokasi kejadian, termasuk memeriksa kondisi bangunan dan alat-alat yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah ada kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan kerja yang menyebabkan kecelakaan fatal ini.
Selain itu, keterangan dari para saksi mata akan menjadi kunci dalam mengungkap kronologi kejadian dan memastikan apakah ada faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap insiden tersebut. Kesaksian tersebut akan dianalisa dan diverifikasi untuk memastikan keakuratan informasi.
Kasus ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pihak terkait dalam industri konstruksi. Pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat dan pengawasan yang efektif harus menjadi prioritas utama untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Tidak hanya itu, kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja juga harus ditanamkan kepada seluruh pekerja konstruksi.
Polisi menegaskan, "Kami juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan masih melakukan proses penyelidikan atas kasus ini." Hasil penyelidikan akan diumumkan secara resmi setelah proses investigasi selesai dilakukan.
Semoga kasus ini dapat menjadi perhatian bagi semua pihak terkait untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di proyek konstruksi guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa depan. Prioritas utama adalah keselamatan para pekerja.