Danantara: Mitra Strategis Kementerian Investasi untuk Akselerasi Hilirisasi
Wakil Menteri Investasi menyebut BPI Danantara sebagai mitra strategis dalam mendorong investasi hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, secara resmi menyatakan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai mitra strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Pengumuman ini disampaikan di Jakarta pada Kamis, 27 Februari. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan industri hilirisasi di Indonesia dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
Menurut Wamen Todotua, "Jadi memang ke depannya Danantara itu akan benar-benar mitra strategis dengan kementerian kami, Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Ke depannya kita akan coba ikut meng-guidance Danantara itu sendiri untuk bagaimana kita melihat investasi hilirisasi strategis mana saja yang akan kita masuk." Pernyataan ini menekankan peran penting Danantara dalam strategi hilirisasi pemerintah.
Pembentukan Danantara, yang digagas Presiden RI, diharapkan dapat memberikan kemandirian Indonesia dalam berinvestasi, khususnya dalam konteks hilirisasi. Dengan total aset lebih dari 900 miliar dolar AS, Danantara diproyeksikan akan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam dan produksi nasional secara signifikan.
Peran Strategis Danantara dalam Hilirisasi
Wamen Investasi menjelaskan bahwa Danantara, sebagai sovereign wealth fund, akan berperan sebagai konsolidator investasi. "Secara prinsip Danantara itu adalah konsolidasi investasi dalam bentuk sovereign wealth fund. Artinya memang tujuan utama dalam pembentukan Danantara itu, Presiden RI mengharapkan bahwa ke depannya kita punya independensi dalam hal berinvestasi dan ini investasi apa aja, khususnya investasi dalam konteks hilirisasi," jelas Todotua.
Tahap awal pembentukan Danantara akan difokuskan pada konsolidasi internal. Setelah itu, akan dilakukan identifikasi proyek-proyek strategis nasional, terutama yang berkaitan dengan hilirisasi. Keterlibatan BUMN dalam proyek-proyek ini juga diharapkan dapat memperkuat strategi hilirisasi nasional.
Presiden RI, Prabowo Subianto, telah menyatakan bahwa Danantara, bersama dengan inisiatif strategis lainnya seperti Bank Emas, merupakan langkah penting menuju kemandirian ekonomi Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengelola kekayaan alam Indonesia secara lebih cerdas, teliti, hati-hati, dan transparan.
Konsolidasi Internal dan Proyek Strategis
Todotua menekankan pentingnya konsolidasi internal Danantara dalam satu tahun pertama. "Tentunya dalam satu tahun awal ini nanti akan pertama konsolidasi internal Danantara, dan kita akan melihat proyek strategis mana yang memang khususnya bukan cuma investasi tapi khususnya juga berbicara konteks hilirisasi yang akan kita masuk. Dan itu juga nanti kita akan harapkan adanya keberadaan daripada BUMN - BUMN kita untuk masuk dalam proyek-proyek strategis nasional," ujarnya.
Dengan demikian, kerja sama antara Kementerian Investasi dan Danantara akan difokuskan pada identifikasi dan pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi strategis. Hal ini diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pendekatan yang hati-hati dan transparan dalam pengelolaan aset Danantara akan menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini. Keterlibatan BUMN juga akan menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan proyek-proyek strategis nasional.
Kesimpulan
Kemitraan strategis antara Kementerian Investasi dan BPI Danantara menandai langkah signifikan dalam percepatan hilirisasi di Indonesia. Dengan pengelolaan aset yang transparan dan kolaborasi yang kuat dengan BUMN, Danantara diharapkan dapat menjadi katalis utama dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia dan mendorong kemandirian ekonomi nasional.