Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
logo
LIVE
  • Auto
  • Dark Mode
  • Light Mode
  • Hot News
  • Artis
  • Sains
  • Inspira
  • Sehat
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Sejarah
  • Travel
  • Sepakbola
  • Sport
  • Lainnya
    • Ngakak
    • Merdeka
LIVE
  • Auto
  • Dark Mode
  • Light Mode
  • Hot News
  • Artis
  • Sains
  • Inspira
  • Sehat
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Sejarah
  • Travel
  • Sepakbola
  • Sport
  • Lainnya
HEADLINE HARI INI
  1. Hot News

Dari Makassar hingga Pelosok: Mengungkap Makna Kemerdekaan Sejati di Mata Masyarakat Akar Rumput

Bagi masyarakat akar rumput, makna kemerdekaan jauh melampaui seremoni. Simak bagaimana mereka merayakan dan memaknai kebebasan dalam keseharian, dari Makassar hingga pelosok negeri.

Minggu, 17 Agu 2025 17:44:00
konten ai
Copied!
Dari Makassar hingga Pelosok: Mengungkap Makna Kemerdekaan Sejati di Mata Masyarakat Akar Rumput
Bagi masyarakat akar rumput, makna kemerdekaan jauh melampaui seremoni. Simak bagaimana mereka merayakan dan memaknai kebebasan dalam keseharian, dari Makassar hingga pelosok negeri. (©Planet Merdeka)
ADVERTISEMENT

Suasana perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Pulau Lakkang, Makassar. Bendera Merah Putih berkibar di setiap halaman rumah, diiringi sorak-sorai anak-anak yang antusias mengikuti berbagai lomba. Pemandangan ini menciptakan atmosfer meriah di pulau yang biasanya tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota.

Perayaan sederhana namun penuh makna ini mencerminkan potret masyarakat akar rumput dalam memaknai kemerdekaan. Bagi mereka, kemerdekaan bukan sekadar seremoni kenegaraan yang disiarkan di televisi. Ini adalah tentang hidup dalam denyut nadi keseharian, merasakan kebersamaan, serta berbagi suka dan duka.

Makna kemerdekaan sejati bagi mereka terwujud dalam ruang-ruang harapan yang terus diisi dengan keadilan sosial dan kesejahteraan. Ini adalah tentang pemenuhan kebutuhan dasar, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta kesempatan untuk mencari nafkah yang layak. Kemerdekaan menjadi realitas hidup sehari-hari, bukan sekadar jargon.

Perayaan Kemerdekaan di Pulau Lakkang: Potret Kebersamaan

Di Pulau Lakkang, Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, perayaan kemerdekaan berlangsung dengan semangat gotong royong. Kaum lelaki dewasa berperan sebagai juri lomba anak-anak, sementara para ibu sibuk menyiapkan hidangan dan minuman. Pengibaran Sang Saka Merah Putih dan kumandang lagu Indonesia Raya mengawali setiap rangkaian acara, menyemarakkan suasana di tengah rimbunan bambu.

Perayaan ini menunjukkan bahwa kemerdekaan adalah momen untuk bersatu padu, dari anak-anak hingga dewasa. Setidaknya sekali dalam setahun, masyarakat dapat berkumpul dan bergembira bersama. Ini adalah wujud rasa syukur dan kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan, sekaligus pengingat bahwa perjuangan untuk hidup lebih baik belum usai.

Makna Kemerdekaan dalam Keseharian: Kisah Pedagang, Petani, dan Nelayan

Bagi Husnah, seorang pedagang sayur keliling di Pulau Lakkang, makna kemerdekaan sangat sederhana. Ia hanya berharap dagangannya laku setiap hari dan anak-anaknya bisa bersekolah. Kemerdekaan baginya adalah ruang untuk mencari nafkah yang layak, memastikan tangki BBM sepeda motornya terisi agar dapat menjajakan sayur-mayur tanpa hambatan.

Senada dengan Husnah, Daeng Ramli, seorang petani di perbatasan Makassar dan Maros, memaknai kemerdekaan dengan kemudahan akses pupuk terjangkau. Ia juga berharap harga produksi padi yang layak dan anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan. Panen yang berhasil adalah harapan tertinggi, yang berarti mereka merdeka dari utang untuk menutupi biaya produksi.

Di Pulau Kodingareng, nelayan bernama Mustari memiliki pandangan serupa. Kemerdekaan baginya adalah terbebas dari utang kepada juragan dan mampu bermodal sendiri untuk melaut. Selama ini, banyak nelayan buruh memiliki ketergantungan tinggi pada pemilik kapal, sehingga kemandirian finansial menjadi simbol kebebasan yang sesungguhnya.

Harapan akan Keadilan Sosial dan Layanan Publik Merata

Potret masyarakat akar rumput ini menunjukkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar simbol upacara, melainkan bagaimana mereka bisa hidup lebih baik. Kebutuhan konsumsi sehari-hari terpenuhi dan kemampuan menyekolahkan anak menjadi indikator penting. Program pendidikan gratis yang digalakkan pemerintah diharapkan dapat meringankan beban biaya sekolah bagi mereka.

Demikian pula dengan program kesehatan gratis seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS). Masyarakat berharap layanan ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga memberikan perlakuan yang sama di rumah sakit, tanpa membedakan pasien umum atau pemegang kartu. Kemerdekaan sejati tercermin ketika layanan publik tidak ada perbedaan antara masyarakat akar rumput dan masyarakat elit.

Tantangan dan Perjuangan Masyarakat Akar Rumput

Pengamat komunikasi sosial dan budaya, Dr. Hadawiah Hatita, menegaskan bahwa makna kemerdekaan di tingkat akar rumput erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Kemerdekaan sejati terwujud ketika rakyat kecil memiliki akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang layak. Bagi mereka, kemerdekaan bukan jargon, melainkan realitas hidup sehari-hari yang harus diperjuangkan.

Petani misalnya, terus berjuang meningkatkan produksi, namun seringkali pasrah saat harga gabah anjlok akibat ulah oknum. Nelayan juga menghadapi cuaca ekstrem dan kesulitan memenuhi kebutuhan solar untuk perahu mereka. Tantangan ini menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi negara melalui ekspor sumber daya alam tidak selalu sejalan dengan perjuangan harian masyarakat bawah.

Selain itu, nelayan juga kesulitan mengakses dana perbankan karena tidak memiliki agunan, padahal risiko kerja mereka sangat tinggi. Pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi teknologi pengeringan ikan dan akses modal yang lebih mudah. Ini adalah bentuk tangan bijak pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kemerdekaan sederhana bagi masyarakat yang hidup dari hasil laut.

Optimisme Menuju Keadilan Sosial yang Nyata

Di balik berbagai kondisi yang dihadapi, perayaan kemerdekaan di kampung-kampung, desa-desa, dan pesisir tetap menjadi wujud rasa syukur. Lomba-lomba, pesta rakyat, kerja bakti, dan doa bersama adalah pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Derap langkah barisan Merah Putih di kantor pemerintahan hingga istana negara menjadi penyemangat dan harapan baru bagi masyarakat akar rumput.

Berbagai program dan praktik baik dari pemerintah di lapangan diharapkan tidak ternodai oleh praktik korupsi oknum yang melukai hati masyarakat. Semua pihak optimistis bahwa sila kelima Pancasila, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," dapat terwujud. Hal ini didukung oleh pemerintahan yang bersih dan berwibawa, serta masyarakat yang kritis namun konstruktif.

Share
Copied!

Share

Better experience in portrait mode.
Image Saved!
Berita Terbaru
  • Meriahnya Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing: Dari Guiqiao Hingga Kuliner Nusantara
  • Kukar, Lumbung Padi Kaltim, Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Topang Pangan IKN: Fakta Produksi Fantastis!
  • UIN Jakarta Usung Kurikulum Berbasis Cinta: Fondasi Generasi Penuh Kasih Sayang dan Toleransi
  • Tahukah Anda? DPRD Ambon Kenalkan Dunia Politik Lewat Program Parlemen Muda untuk Pelajar
  • Maluku Tengah Bangkit: Pemkab Rekonstruksi 12 Rumah Pascakonflik, Libatkan Warga Lokal untuk Pemulihan
  • ekonomi rakyat
  • hut ri
  • keadilan sosial
  • kemerdekaan indonesia
  • konten ai
  • layanan publik
  • makna kemerdekaan
  • masyarakat akar rumput
  • perayaan kemerdekaan
  • #planetantara
  • pulau lakkang
  • sulawesi selatan
Copied!
Artikel ini ditulis oleh
Redaksi Merdeka
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter
  • Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini ditulis ulang menggunakan artificial intelligence (AI). Jika ada kesalahan dalam konten, mohon laporkan ke redaksi.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

ADVERTISEMENT
Topik Populer

Topik Populer

  • Viral
  • Timnas
  • Prabowo Subianto
  • Piala AFF 2024
  • PPN 12 persen
  • Irish Bela
Rekomendasi
  • beijing china

    Meriahnya Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing: Dari Guiqiao Hingga Kuliner Nusantara

    20 Agu 2025
  • ekonomi kukar

    Kukar, Lumbung Padi Kaltim, Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Topang Pangan IKN: Fakta Produksi Fantastis!

    20 Agu 2025
  • generasi berkarakter

    UIN Jakarta Usung Kurikulum Berbasis Cinta: Fondasi Generasi Penuh Kasih Sayang dan Toleransi

    20 Agu 2025
  • ambon maju

    Tahukah Anda? DPRD Ambon Kenalkan Dunia Politik Lewat Program Parlemen Muda untuk Pelajar

    20 Agu 2025
  • bupati maluku tengah

    Maluku Tengah Bangkit: Pemkab Rekonstruksi 12 Rumah Pascakonflik, Libatkan Warga Lokal untuk Pemulihan

    20 Agu 2025
ADVERTISEMENT
Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

  • Kurang dari 24 Jam, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Premanisme di Tambora Jakarta Barat

    cctv 16 Agu 2025
  • Viral Mengamen hingga Tengah Malam, Dinsos DKI Lakukan Penertiban Pengamen Anak Secara Persuasif

    Dinsos DKI 12 Agu 2025
  • Bikin Heboh! Wakil Menteri Ketenagakerjaan Tampil dengan Kaus One Piece Dukung Buruh Mogok, Simbol Perlawanan Ketidakadilan?

    Bendera Bajak Laut 8 Agu 2025
  • Viral Minta Rp100 Ribu, Juru Parkir Liar Tanah Abang Ditangkap Polisi

    hukum 30 Jul 2025
  • Kurang dari 24 Jam! Polisi Tangkap Dua Pencuri Tas Kereta di Tambora, Korban Rugi Rp10 Juta

    cctv 29 Jul 2025
logo
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap
  • Kapanlagi.com
  • Otosia
  • Liputan6
  • Fimela
  • Bola.net
  • Brilio
  • Bola.com
  • Merdeka
Connect with us

Copyright © 2025 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.