Dinkes Kapuas Edukasi Kesehatan Jamaah Calon Haji 2025: Antisipasi Penyakit Jelang Keberangkatan
Dinas Kesehatan Kapuas memberikan edukasi kesehatan kepada 342 jamaah calon haji tahun 2025 untuk mengantisipasi penyakit dan memastikan ibadah haji berjalan lancar.

Kuala Kapuas, 25 Februari 2024 (ANTARA) - Dalam rangka mempersiapkan keberangkatan 342 jamaah calon haji Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menuju Tanah Suci pada tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat gencar memberikan edukasi dan pembinaan kesehatan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan para jamaah memiliki kondisi fisik dan mental yang prima selama menjalankan ibadah haji.
Kepala Dinkes Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi setiap calon jamaah. "Haji adalah rangkaian ibadah yang memerlukan ketahanan fisik dan mental yang baik. Pemeriksaan kesehatan sangat diperlukan," ujarnya di Kuala Kapuas, Selasa. Edukasi kesehatan ini diberikan untuk membantu jamaah mengidentifikasi dan mengendalikan faktor risiko kesehatan yang mungkin dihadapi.
Kegiatan edukasi kesehatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari persiapan fisik hingga pencegahan penyakit selama perjalanan dan di Tanah Suci. Tujuannya adalah agar para jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk tanpa hambatan kesehatan yang berarti.
Mengenali dan Mengelola Risiko Kesehatan
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan jamaah calon haji sebelumnya, banyak ditemukan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, edukasi difokuskan pada pemahaman faktor risiko penyakit-penyakit tersebut. dr. Tonun Irawaty menjelaskan, "Faktor risiko penyakit tidak menular ada yang tidak bisa dimodifikasi seperti jenis kelamin, umur dan riwayat keluarga (genetik). Namun, ada juga faktor yang bisa dimodifikasi, seperti kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi garam dan lemak berlebih, obesitas, konsumsi alkohol, dan stres."
Lebih lanjut, dr. Tonun Irawaty menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk meminimalisir faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Dengan menghindari kebiasaan buruk dan mengadopsi gaya hidup sehat, diharapkan jamaah calon haji dapat menjaga kondisi kesehatannya agar tetap prima.
Selain penyakit tidak menular, edukasi juga mencakup pencegahan penyakit menular yang mungkin muncul saat berinteraksi dengan banyak orang, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Penyakit seperti tuberkulosis dan cacar menjadi perhatian khusus dalam edukasi ini.
"Jadi diharapkan jamaah calon haji dapat menghindari dan mengikuti arahan petugas kesehatan," pesan dr. Tonun Irawaty.
Persiapan Menuju Tanah Suci
Kuota jamaah calon haji Kabupaten Kapuas tahun 2025 sebanyak 342 orang. Saat ini, proses pelunasan biaya haji sedang berlangsung. Dengan adanya edukasi kesehatan ini, diharapkan para jamaah dapat lebih siap dan sehat dalam menjalankan ibadah haji. Pembinaan kesehatan yang diberikan oleh Dinkes Kapuas ini merupakan bagian penting dalam memastikan kelancaran dan kenyamanan ibadah haji bagi seluruh jamaah.
Para jamaah calon haji juga dibekali informasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta tata cara menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit menular dan menjaga kesehatan jamaah secara keseluruhan. Dengan persiapan yang matang, baik dari segi kesehatan maupun spiritual, diharapkan ibadah haji para jamaah dapat berjalan dengan lancar dan penuh berkah.
Edukasi kesehatan yang komprehensif ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada para jamaah calon haji tentang pentingnya menjaga kesehatan sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan ibadah haji. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh semangat, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan bugar.