Dinkes Kota Malang Genjot Edukasi untuk Tingkatkan Partisipasi Warga dalam Program Cek Kesehatan Gratis
Dinas Kesehatan Kota Malang berupaya meningkatkan partisipasi warga dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan mengoptimalkan edukasi dan sosialisasi, mengatasi kendala minimnya informasi tentang tindak lanjut pemeriksaan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur, tengah berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program yang diluncurkan pada 10 Februari 2025 ini masih terbilang baru dan jumlah pesertanya baru mencapai sekitar 1.000 orang. Minimnya informasi mengenai langkah selanjutnya setelah mengikuti CKG menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif menjadi kunci untuk menarik minat warga. "Kami tentu menguatkan sosialisasi dan edukasi bahwa CKG ini sebagai langkah deteksi awal," ujar Husnul Muarif di Kota Malang, Rabu. Beliau menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat program ini dan alur pelaksanaannya.
Salah satu kekhawatiran masyarakat adalah mengenai tindak lanjut setelah pemeriksaan kesehatan. Husnul Muarif menjelaskan bahwa kekhawatiran ini perlu diminimalisir. "Persoalan informasi ini yang ingin kami perkuat, supaya masyarakat tidak enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan" ucapnya. Penjelasan detail mengenai proses dan langkah selanjutnya setelah pemeriksaan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan antusiasme masyarakat.
Mengatasi Kendala Informasi dan Meningkatkan Partisipasi Warga
Minimnya informasi tentang langkah tindak lanjut setelah pemeriksaan menjadi fokus utama dalam strategi peningkatan partisipasi warga. Dinkes Kota Malang menyadari bahwa kejelasan informasi ini sangat penting untuk menghilangkan keraguan dan mendorong lebih banyak warga untuk berpartisipasi. "Kekhawatiran mengenai tindak lanjut setelah pemeriksaan ini yang ingin kami minimalkan," ujar Husnul Muarif.
Penjelasan yang diberikan menekankan bahwa CKG merupakan program deteksi dini. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka puskesmas atau klinik akan memberikan rekomendasi pengobatan. "Program ini pemeriksaan dasar, seperti tekan darah dan gula darah, kolesterol, asam urat, kalau ada gejala tertentu kami lanjutkan dengan pemeriksaan penunjang, seperti USG. Tetapi, selama masih bisa diatasi oleh teman-teman puskesmas, tata laksananya, evaluasi, dan kontrol di puskesmas," jelasnya.
Dinkes Kota Malang juga berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif tentang alur pelaksanaan program CKG. Program ini diselenggarakan di puskesmas dan terbuka bagi masyarakat yang berulang tahun dan terdaftar dalam aplikasi Satu Sehat. Namun, Husnul Muarif menegaskan bahwa masyarakat juga dapat mengikuti CKG tanpa menggunakan aplikasi tersebut.
Meskipun jumlah peserta CKG di Kota Malang masih tergolong rendah berdasarkan evaluasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kota Malang tetap optimis dan berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan mengoptimalkan edukasi dan sosialisasi, diharapkan semakin banyak warga yang menyadari manfaat program CKG dan turut berpartisipasi aktif.
Strategi Edukasi yang Dioptimalkan
Dinkes Kota Malang berkomitmen untuk mengoptimalkan strategi edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit melalui program CKG. Beberapa strategi yang akan dijalankan antara lain:
- Sosialisasi melalui media massa, media sosial, dan kegiatan-kegiatan komunitas.
- Penyebaran brosur dan leaflet yang berisi informasi lengkap tentang CKG, termasuk alur pelaksanaan dan tindak lanjut.
- Pelatihan dan penyuluhan kesehatan di tingkat kelurahan dan kecamatan.
- Kerjasama dengan tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan untuk mensosialisasikan program CKG.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan partisipasi masyarakat dalam program CKG akan meningkat secara signifikan. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat Kota Malang secara keseluruhan.
Meskipun jumlah peserta saat ini masih terbilang terbatas, Dinkes Kota Malang optimistis bahwa dengan strategi edukasi yang lebih terarah dan komprehensif, partisipasi masyarakat akan semakin meningkat. Komitmen untuk memberikan pemahaman yang jelas dan menghilangkan kekhawatiran masyarakat menjadi kunci keberhasilan program CKG ini.