Dishub Cirebon Perbaiki PJU di Pantura Jelang Mudik Lebaran 2025
Menjelang Lebaran 2025, Dishub Cirebon memperbaiki 240 titik PJU mati di jalur Pantura untuk mencegah kecelakaan lalu lintas akibat minimnya penerangan jalan dan jalan berlubang.

Cirebon, 13 Maret 2024 (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tengah memperbaiki penerangan jalan umum (PJU) di jalur Pantura. Perbaikan ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengendara menjelang arus mudik Lebaran 2025. Langkah ini diambil setelah banyak laporan mengenai titik PJU mati dan jalan berlubang yang menyebabkan kecelakaan.
Kepala Dishub Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah, menyatakan bahwa setidaknya ada 240 titik PJU yang tidak berfungsi di sepanjang jalur Pantura Cirebon. Perbaikan difokuskan di titik-titik strategis, terutama di wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon. Dua kendaraan crane telah dikerahkan untuk memperbaiki PJU yang mati di Kecamatan Weru, Susukan, dan Arjawinangun. "Perbaikan ini terus berlangsung agar arus mudik nanti lebih aman bagi pengendara," kata Hilman.
Selain minimnya penerangan, kondisi jalan berlubang juga menjadi perhatian serius. Dishub Cirebon telah menerima laporan masyarakat terkait kecelakaan yang disebabkan oleh lubang jalan dan bekas galian pipa yang tidak diperbaiki dengan baik. Salah satu insiden terjadi di Kecamatan Arjawinangun, di mana seorang pengendara motor jatuh akibat menghantam lubang dan hampir terlindas truk kontainer. Untungnya, korban hanya mengalami luka ringan.
Perbaikan PJU dan Jalan Berlubang di Pantura Cirebon
Pemerintah daerah akan melakukan investigasi terhadap pihak yang bertanggung jawab atas proyek galian pipa yang meninggalkan kondisi jalan yang tidak layak. Dishub Cirebon berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan infrastruktur jalur mudik dalam kondisi aman. Perbaikan PJU difokuskan pada 240 titik yang tidak berfungsi, tersebar di sepanjang jalur Pantura Cirebon. Tim perbaikan telah dikerahkan ke beberapa kecamatan, termasuk Weru, Susukan, dan Arjawinangun.
Kondisi jalan berlubang juga menjadi fokus perhatian. Lubang-lubang tersebut, termasuk bekas galian pipa yang tidak segera diperbaiki, menjadi penyebab utama kecelakaan. Dishub Cirebon telah menerima laporan beberapa kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi jalan yang buruk. Pihak berwenang akan menyelidiki penyebab kerusakan jalan dan menindak pihak yang bertanggung jawab.
Sebagai bentuk antisipasi, Dishub Cirebon mengimbau kepada pengendara, terutama pengendara roda dua dan kendaraan kecil, untuk berhati-hati saat melintas di jalur Pantura Cirebon. Hal ini mengingat kondisi jalan yang belum optimal dan minimnya penerangan jalan di beberapa titik. Peningkatan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2025.
Koordinasi dan Imbauan Keselamatan
Dishub Cirebon secara aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran 2025. Koordinasi ini mencakup perbaikan infrastruktur jalan, penerangan jalan, dan penanganan masalah-masalah yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Kerjasama antar instansi sangat penting untuk menciptakan jalur mudik yang aman dan nyaman.
Selain perbaikan infrastruktur, imbauan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya peningkatan keselamatan. Pengendara diimbau untuk selalu waspada, mematuhi peraturan lalu lintas, dan mengecek kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan bersama menjadi tanggung jawab semua pihak.
Dengan adanya perbaikan PJU dan penanganan jalan berlubang, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 di jalur Pantura Cirebon dapat berjalan lebih lancar dan aman. Upaya ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para pemudik.
"Dengan kondisi jalan yang masih belum optimal, pengendara yang melintas di jalur Pantura Cirebon diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama pengendara roda dua dan kendaraan kecil," ucap Hilman Firmansyah.