Ditlantas Polda Kalsel Sukses Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Awal 2025
Strategi 5E Ditlantas Polda Kalsel berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Selatan pada awal tahun 2025, dengan penurunan signifikan pada kasus dan korban jiwa.

Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Ditlantas Polda Kalsel) berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di awal tahun 2025. Penurunan ini merupakan hasil dari upaya serius, komprehensif, dan holistik yang dilakukan Ditlantas Polda Kalsel. Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Fahri Anggia Natua Siregar, menyatakan komitmennya untuk mencegah dan menangani laka lantas, dan angka kecelakaan memang jauh menurun di dua bulan pertama tahun ini.
Data yang dipaparkan Fahri dalam rapat koordinasi forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) Provinsi Kalsel menunjukkan penurunan signifikan. Pada Januari 2025, tercatat 64 kasus laka lantas dengan 16 korban meninggal dunia, jauh lebih rendah dibandingkan Januari 2024 yang mencatat 75 kasus dengan 35 korban meninggal. Tren penurunan berlanjut pada Februari 2025, dengan 49 kasus dan 18 korban meninggal, dibandingkan dengan 62 kasus dan 26 korban meninggal pada Februari 2024.
Kombes Pol Fahri Anggia Natua Siregar menjelaskan keberhasilan ini berkat strategi 5E yang digulirkannya sejak awal tahun. Strategi tersebut meliputi education (pendidikan), encouragement (dorongan), engineering (rekayasa), enforcement of law (penegakan hukum), dan emergency of response (tanggap darurat). Implementasi strategi ini diwujudkan dalam berbagai aksi nyata, seperti imbauan tertib berlalu lintas kepada masyarakat, pemasangan rambu-rambu, pembentukan komunitas pelopor tertib berlalu lintas, patroli, penjagaan dan pengaturan lalu lintas, serta penegakan hukum dengan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).
Strategi 5E dan Upaya Pencegahan Kecelakaan
Strategi 5E yang diterapkan Ditlantas Polda Kalsel terbukti efektif dalam menekan angka kecelakaan. Program pendidikan dan penyadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas menjadi kunci utama. Pemasangan rambu-rambu dan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kecelakaan juga berperan penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, pembentukan komunitas pelopor tertib berlalu lintas membantu mensosialisasikan pentingnya keselamatan berkendara kepada masyarakat luas.
Penegakan hukum melalui ETLE dan patroli rutin juga memberikan efek jera bagi pelanggar lalu lintas. Kecepatan respons terhadap kecelakaan juga ditingkatkan untuk meminimalisir dampak korban. "Kami pasang semacam patung atau monumen bekas kendaraan korban laka lantas hingga banner dan papan peringatan sejenis untuk meningkatkan keselamatan berkendara," tambah Fahri.
Kombes Pol Fahri, yang berpengalaman dalam penyusunan program ETLE, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas kolaborasi yang terjalin dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya. Ia juga berharap masyarakat terus menjaga budaya sadar keselamatan berlalu lintas.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat dan Identifikasi Titik Rawan
Kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan penurunan angka kecelakaan. Selain itu, identifikasi dan penanganan titik rawan kecelakaan (black spot) dan titik rawan kemacetan (trouble spot) juga menjadi bagian penting dari strategi Ditlantas Polda Kalsel.
Dengan memasang peringatan di titik-titik rawan tersebut, diharapkan pengendara dapat lebih waspada dan mengurangi risiko kecelakaan. Hal ini menunjukkan komitmen Ditlantas Polda Kalsel untuk menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.
"Tren positif ini kita kawal bersama agar tidak terulang data di 2024 di mana terjadi 900 kasus laka dengan korban meninggal dunia 384 orang," ujar Fahri, menekankan pentingnya kerja sama dan konsistensi dalam menjaga keselamatan di jalan raya.
Data kecelakaan lalu lintas tahun 2024 menunjukkan angka yang cukup tinggi, yaitu 900 kasus dengan 384 korban meninggal dunia. Oleh karena itu, keberhasilan penurunan angka kecelakaan di awal tahun 2025 menjadi pencapaian yang signifikan dan patut diapresiasi. Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Ditlantas Polda Kalsel diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman di masa mendatang.