DKI Jakarta Siap Ciptakan 500 Ribu Lapangan Kerja untuk Lulusan SMA hingga Sarjana
Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, mengumumkan rencana besar Pemprov DKI untuk menciptakan 500 ribu lapangan kerja baru bagi lulusan SMA/sederajat hingga sarjana, termasuk pelatihan bahasa asing untuk peluang kerja internasional.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menciptakan 500 ribu lapangan kerja baru untuk warga Jakarta, khususnya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perguruan tinggi. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pada bursa kerja (job fair) di Tamini Square, Jakarta Timur, Rabu (26/2).
Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan lapangan kerja yang masih tinggi di Jakarta. Rano Karno menekankan komitmen Pemprov DKI untuk mengatasi masalah pengangguran dan membuka peluang bagi generasi muda. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta.
Berbagai sektor akan terlibat dalam penciptaan lapangan kerja ini. Selain sektor publik, Pemprov DKI juga akan mendorong partisipasi sektor swasta untuk menyediakan lebih banyak peluang kerja bagi warga Jakarta. Program pelatihan dan pengembangan keterampilan juga akan menjadi bagian penting dari strategi ini.
Peluang Kerja di Sektor Publik dan Swasta
Beberapa posisi yang saat ini dibutuhkan Pemprov DKI Jakarta antara lain petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan pasukan putih untuk membantu tenaga medis, khususnya dalam melayani lansia. Wakil Gubernur Rano Karno mengungkapkan, "Kami masih membutuhkan PPSU, lalu kepala Dinas Damkar berbisik kepada saya, kami masih membutuhkan 11.000 petugas."
Kebutuhan akan petugas Damkar yang cukup besar ini menunjukkan pentingnya sektor keselamatan di Jakarta. Rano Karno menambahkan, "Jakarta kalau tidak dipenuhi dengan keselamatan, tingkat kebakaran sangat tinggi. Ini juga lapangan kerja. Apakah cukup dengan tenaga? No. Kita memerlukan 'skill' (kemampuan) tentu dengan pelatihan."
Selain sektor publik, Pemprov DKI Jakarta juga akan berupaya menarik investasi dari sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja. Job fair yang diadakan secara rutin, minimal sebulan sekali, diharapkan dapat menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Pemprov DKI juga berkomitmen untuk memfasilitasi pelatihan keahlian bagi para pencari kerja. Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Peluang Kerja Internasional dan Pelatihan Bahasa Asing
Rano Karno juga mendorong anak muda untuk berani mencari peluang kerja di luar negeri. Ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing dalam dunia kerja internasional. "Ayo adik-adik, bermimpilah bekerja di luar. Tapi begitu dengar luar, 'bang gue bahasa kaga bisa bang'. Kan ada pelatihan. Pelatihan mandarin, Korea, Inggris, Jepang," katanya.
Pengalamannya saat menjadi Gubernur Banten menjadi inspirasi bagi program ini. Rano Karno menceritakan keberhasilannya mengirim hampir 1.000 warga Banten untuk bekerja di Taiwan setelah mereka mendapatkan pelatihan bahasa. "Dari 0 (tidak bisa apa-apa), maaf, Banten dari Lebak, dari Pandeglang. Tapi kita latih mereka bahasa, akhirnya bisa bekerja di Taiwan," ujarnya.
Komitmen Pemprov DKI untuk menyediakan pelatihan bahasa asing ini menunjukkan keseriusannya dalam membuka peluang kerja bagi warga Jakarta, baik di dalam maupun di luar negeri. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing Indonesia di kancah internasional.
Job Fair sebagai Upaya Aktif Mencari Solusi
Sebagai langkah nyata, Pemprov DKI Jakarta telah menyelenggarakan bursa kerja (job fair) pertama di tahun 2025 di Tamini Square, Makasar, Jakarta Timur. Job fair ini menyediakan 2.000 lowongan pekerjaan dari 40 perusahaan yang berasal dari berbagai sektor, termasuk asuransi, otomotif, ritel, jasa, dan perusahaan penyalur jasa lainnya. BP2MI dan PPKD Jakarta juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Job fair ini berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (26-27/2), dan dibuka untuk umum mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB. Kehadiran Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dan Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap program ini.
Dengan adanya komitmen untuk mengadakan job fair secara rutin, minimal sebulan sekali, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di Jakarta. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta berharap inisiatif ini dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, serta komitmen untuk memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan, diharapkan target 500 ribu lapangan kerja baru dapat tercapai.