DLH Mataram Siapkan Ratusan Kantong Sampah untuk Pawai Takbiran
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram membagikan ratusan kantong sampah kepada panitia pawai takbiran untuk mengurangi sampah selama perayaan Idul Fitri.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram membagikan ratusan kantong sampah kepada panitia pawai takbiran di enam kecamatan di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Senin, 24 Maret 2024. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan mengurangi volume sampah yang dihasilkan selama pawai takbiran Idul Fitri 1446 Hijriah. Dengan melibatkan partisipasi aktif kafilah dalam pengelolaan sampah, DLH Mataram menargetkan kebersihan lingkungan terjaga dan proses pembersihan selesai sebelum shalat Idul Fitri.
Pembagian kantong sampah ini merupakan bagian dari strategi DLH Mataram dalam menjaga kebersihan kota selama perayaan Idul Fitri. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja petugas kebersihan dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat. Dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan kebersihan kota dapat terjaga dengan baik.
Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan bahwa setiap kecamatan akan menerima sekitar 50-75 kantong sampah berkapasitas 20 kilogram. Meskipun melibatkan partisipasi kafilah, DLH tetap menurunkan 325 petugas kebersihan untuk menangani sampah dari peserta dan penonton. Target penyelesaian penanganan sampah adalah pukul 03.00 WITA, agar petugas dapat bersiap untuk shalat Idul Fitri.
Partisipasi Kafilah dalam Penanganan Sampah
DLH Mataram berharap para peserta pawai takbiran aktif mengumpulkan sampah di sepanjang rute pawai. Kantong sampah yang dibagikan bertujuan untuk memfasilitasi partisipasi aktif ini. Dengan demikian, diharapkan volume sampah yang dihasilkan dapat berkurang secara signifikan.
Meskipun upaya maksimal dilakukan, DLH Mataram memprediksi volume sampah selama pawai takbiran mencapai 3-4 ton. Oleh karena itu, peran serta aktif dari seluruh peserta pawai sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, DLH Mataram juga telah mempersiapkan strategi khusus untuk penanganan sampah pada pawai Ogoh-Ogoh yang dijadwalkan pada Jumat, 28 Maret 2024. Strategi ini berbeda dengan penanganan sampah pada pawai takbiran.
Penanganan Sampah Pawai Ogoh-Ogoh
Untuk pawai Ogoh-Ogoh, DLH Mataram akan menurunkan 50 petugas kebersihan yang akan mengikuti pawai di barisan belakang peserta. Petugas ini akan langsung membersihkan sampah di sepanjang rute pawai, sehingga diharapkan tidak ada sampah yang tertinggal setelah pawai selesai.
Perbedaan strategi ini disebabkan oleh perbedaan lokasi dan rute pawai. Pawai Ogoh-Ogoh hanya melalui satu jalur dan terpusat di satu tempat, berbeda dengan pawai takbiran yang digelar di enam kecamatan dengan rute yang beragam.
Dengan strategi ini, DLH Mataram berharap dapat menangani sampah dengan lebih efektif dan efisien, sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga selama perayaan Idul Fitri dan pawai Ogoh-Ogoh.
Setelah shalat Idul Fitri, petugas kebersihan akan kembali diterjunkan untuk membersihkan sejumlah titik lokasi shalat Idul Fitri. Sampah yang biasanya ditemukan di lokasi ini adalah sampah kertas, seperti koran bekas yang digunakan sebagai alas shalat.
"Satu kecamatan mendapat masing-masing sekitar 50-75 lembar kantong sampah, berkapasitas sekitar 20 kilogram per lembar," kata Nizar Denny Cahyadi.
Kesimpulan
DLH Kota Mataram telah mempersiapkan strategi yang komprehensif untuk menangani sampah selama perayaan Idul Fitri, termasuk pawai takbiran dan pawai Ogoh-Ogoh. Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan menurunkan petugas kebersihan, diharapkan kebersihan kota dapat terjaga dengan baik.