Dua Mobil Polisi Rusak Dirusak Demonstran Tolak RUU TNI di Bekasi
Aksi demonstrasi penolakan RUU TNI di Bekasi berujung pada perusakan dua mobil polisi oleh orang tak dikenal; polisi telah memeriksa saksi dan masih menyelidiki pelaku.

Sebuah aksi demonstrasi di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (25/3) sore berujung pada perusakan dua mobil polisi. Peristiwa ini terjadi di depan Pos Pelayanan Mega Bekasi Hypermall A.Yani, Marga Jaya, Bekasi Selatan, saat aparat kepolisian mengamankan demonstrasi penolakan terhadap Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI).
Sekelompok orang yang menggelar demonstrasi di depan Tol Bekasi Barat diduga sebagai pelaku perusakan. Kerusakan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan saat ini tengah diselidiki oleh Polres Metro Bekasi Kota. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Menurut keterangan resmi, dua mobil polisi mengalami kerusakan. Perusakan terjadi di lokasi yang berbeda. Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku perusakan.
Kronologi Perusakan Mobil Polisi
Mobil pertama mengalami kerusakan pada bagian depan, berupa retakan dan pecah. Selain itu, bodi mobil juga dicoret-coret dengan cat semprot berwarna merah dan terdapat tulisan "Tolak RUU TNI". Mobil ini dirusak saat diparkir di area parkir Pos Pelayanan Mega Bekasi Hypermall.
Sementara itu, mobil kedua dirusak saat terparkir di samping Pos Pelayanan dekat SPBU Shell. Kerusakan berupa coretan pada bagian atas bodi sebelah kiri dan bagian atas kaca depan pengemudi. Kedua mobil tersebut merupakan kendaraan roda empat milik Polres Metro Bekasi Kota.
Polisi telah memeriksa tiga orang saksi terkait peristiwa ini. Namun, identitas pelaku perusakan masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Proses penyelidikan dilakukan secara intensif oleh Polres Metro Bekasi Kota untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku.
Penyelidikan dan Langkah Hukum
Kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus perusakan tersebut. Proses penyelidikan melibatkan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti di lokasi kejadian. Identifikasi pelaku menjadi fokus utama dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.
Pihak kepolisian berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang relevan untuk membantu proses penyelidikan. Kerjasama antara masyarakat dan aparat penegak hukum dianggap penting untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Bekasi.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan tersangka atau penangkapan pelaku. Polisi tetap berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara profesional dan transparan.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah aksi demonstrasi yang menyuarakan penolakan terhadap RUU TNI. Polisi mengimbau agar demonstrasi dilakukan dengan tertib dan tidak anarkis, serta menghormati hukum dan ketertiban umum.
Kesimpulan
Peristiwa perusakan dua mobil polisi di Bekasi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan aspirasi. Proses penyelidikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta dan pelaku perusakan, serta memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang terlibat.