Efisiensi Anggaran: Undana Kurangi Pengiriman Mahasiswa ke Luar Negeri
Efisiensi anggaran pemerintah berdampak pada program pertukaran pelajar Undana, mengurangi pengiriman mahasiswa ke luar negeri hingga 60 persen dan tanpa kenaikan UKT serta moratorium perekrutan pegawai.

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang akan mengurangi jumlah mahasiswa yang dikirim ke luar negeri akibat efisiensi anggaran pemerintah pusat. Rektor Undana, Prof. Max Sanam, menyatakan kebijakan ini berdampak signifikan pada program pertukaran pelajar.
Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Undana
Dalam beberapa tahun terakhir, Undana telah mengirimkan belasan hingga dua puluhan mahasiswa ke Australia melalui program pertukaran pelajar. Namun, dengan adanya pemotongan anggaran, jumlah ini diperkirakan akan turun drastis. Prof. Sanam memperkirakan penurunan hingga 60 persen dari jumlah pengiriman mahasiswa biasanya.
"Dampaknya ada, termasuk pada pengiriman mahasiswa ke luar negeri," kata Prof. Sanam kepada ANTARA di Kupang, Jumat (14/2).
Selain pemotongan anggaran, permintaan penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari mahasiswa Undana juga menjadi faktor yang turut mempengaruhi keputusan ini. Meskipun ada efisiensi anggaran, Undana berkomitmen untuk tidak menaikkan UKT.
Langkah-langkah Undana Menghadapi Efisiensi Anggaran
Sebagai langkah efisiensi, Undana juga akan menerapkan moratorium perekrutan pegawai baru. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi anggaran yang terbatas. Namun, Undana memastikan tidak akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pegawai honorer yang telah lama mengabdi.
"Yang pasti kami juga tidak akan melakukan perekrutan lagi, karena efisiensi anggaran ini," tegas Prof. Sanam.
Keputusan ini menunjukkan komitmen Undana untuk tetap memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi mahasiswanya, meskipun dihadapkan pada tantangan pemotongan anggaran. Undana berupaya untuk melakukan efisiensi internal tanpa mengorbankan kualitas pendidikan dan kesejahteraan pegawai yang sudah ada.
Menjaga Kualitas Pendidikan di Tengah Efisiensi Anggaran
Meskipun terjadi pengurangan jumlah mahasiswa yang dikirim ke luar negeri, Undana tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas pendidikan. Universitas akan terus berupaya mencari solusi alternatif untuk memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa berprestasi, misalnya dengan menjalin kerjasama dengan universitas lain di dalam negeri atau mencari sumber pendanaan alternatif.
Situasi ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi negeri di Indonesia untuk beradaptasi dengan kebijakan pemerintah. Undana menunjukkan bagaimana sebuah universitas dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk tetap memberikan pelayanan pendidikan yang optimal di tengah keterbatasan anggaran. Ke depan, Undana akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan strategi untuk menghadapi tantangan yang ada.
Kesimpulan
Efisiensi anggaran pemerintah berdampak signifikan terhadap berbagai program di Undana, termasuk program pertukaran pelajar. Pengurangan pengiriman mahasiswa ke luar negeri hingga 60 persen menjadi konsekuensi dari kebijakan ini. Namun, Undana berkomitmen untuk tidak menaikkan UKT dan tidak melakukan PHK terhadap pegawai honorer. Universitas akan terus berupaya menjaga kualitas pendidikan dan mencari solusi alternatif untuk memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa.