Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Jaga Kejujuran Pasca Ramadhan
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengajak warga untuk senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan meneruskan nilai-nilai kebaikan Ramadhan, termasuk menyediakan fasilitas bagi disabilitas dalam Shalat Idul Fitri.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengajak seluruh warga Surabaya untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap aspek kehidupan. Ajakan ini disampaikan usai beliau melaksanakan Shalat Idul Fitri di halaman Balai Kota Surabaya pada Senin, 31 Maret 2024. Hal ini disampaikannya sebagai refleksi atas berakhirnya bulan Ramadhan dan momentum kembali kepada fitrah.
Eri Cahyadi menekankan pentingnya membedakan antara kebenaran dan kebatilan. "Momen Idul Fitri ini adalah saat kita kembali fitrah, maka kita harus bisa membedakan dengan jelas dan tegas antara kebenaran (haq) dan kebatilan (batil)," tegas Wali Kota Eri. Beliau berharap agar nilai-nilai kebaikan yang telah dipraktikkan selama bulan Ramadhan dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Eri Cahyadi mengajak warga Surabaya untuk saling menguatkan dan menjaga kerukunan. "Ayo warga Surabaya, Insya Allah setelah ini kita harus menjalankan apa yang telah kita dapatkan selama Ramadhan, seperti saling membantu dan menguatkan," ajaknya. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya untuk membangun kota yang harmonis dan saling mendukung.
Kejujuran dan Kesetaraan di Surabaya
Selain menekankan pentingnya kejujuran, Wali Kota Eri Cahyadi juga menyampaikan kebahagiaannya atas terselenggaranya Shalat Idul Fitri yang inklusif. Tahun ini, Pemkot Surabaya menyediakan penerjemah bahasa isyarat untuk jemaah disabilitas. Hal ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah kota untuk memastikan kesetaraan akses bagi seluruh warga, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan.
Inisiatif ini muncul berkat masukan dari warga Surabaya yang memiliki keterbatasan pendengaran. "Yang berbeda tahun ini adalah, atas masukan dari teman-teman warga yang memiliki keterbatasan pendengaran, kami menyiapkan penerjemah bahasa isyarat. Dengan demikian, semua warga, termasuk yang memiliki kekurangan tetap memperoleh hak yang sama," jelas Eri Cahyadi. Langkah ini menunjukkan kepedulian Pemkot Surabaya terhadap kebutuhan seluruh warganya.
Dengan adanya penerjemah bahasa isyarat, diharapkan seluruh jemaah dapat memahami khutbah Idul Fitri dengan lebih baik. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif bagi semua.
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Surabaya
Shalat Idul Fitri di halaman Balai Kota Surabaya kembali digelar tahun ini. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan warga Surabaya. KH. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, Guru Besar UIN Sunan Ampel, bertugas sebagai khatib, sementara Ustadz Qomaruddin Ahmad, S.H.I., Qari' Nasional, bertindak sebagai imam shalat. Kehadiran tokoh agama terkemuka ini semakin menambah khidmat suasana Shalat Idul Fitri.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Balai Kota menjadi salah satu agenda tahunan Pemkot Surabaya. Acara ini tidak hanya menjadi momen ibadah bersama, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar warga Surabaya. Pemilihan lokasi di halaman Balai Kota juga memudahkan akses bagi warga dari berbagai penjuru kota.
Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menandai pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan keharmonisan warga Surabaya dalam merayakan hari kemenangan.
Semoga nilai-nilai kejujuran dan kebaikan yang telah ditanamkan selama Ramadhan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Surabaya akan menjadi kota yang lebih maju, rukun, dan harmonis.