Gubernur Jatim dan Kapolri Jalin Sinergi untuk Stabilitas Nasional di Bulan Ramadhan
Gubernur Jawa Timur dan Kapolri memperkuat sinergi dalam Safari Ramadhan untuk menjaga stabilitas nasional dan kerukunan di Jawa Timur selama bulan suci Ramadhan.

Surabaya, 21 Maret 2024 (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, sepakat memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas nasional. Kesepakatan ini ditegaskan dalam acara Safari Ramadhan di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Kamis (20/3) malam. Acara ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah, kepolisian, ulama, dan masyarakat umum. Tujuannya adalah untuk menjaga harmoni dan kondusivitas wilayah Jawa Timur, khususnya selama bulan suci Ramadhan.
Safari Ramadhan bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Menurut Gubernur Khofifah, acara ini merupakan wujud nyata sinergisitas dalam menjaga keamanan dan kerukunan di Jawa Timur. Beliau berharap acara ini dapat mempererat hubungan antara Pemprov Jatim, Polri, dan masyarakat, sekaligus meningkatkan keimanan dalam menjalankan ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri 1446 H. Hal ini disampaikan Khofifah dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Jumat.
Dalam sambutannya di hadapan Kapolri, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur atas kondusivitas yang terjaga di Jawa Timur selama Ramadhan. Kondisi ini, menurutnya, mencerminkan kuatnya persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat. Keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci menjadi bukti nyata dari kerja sama yang solid antara berbagai pihak.
Sinergitas sebagai Pilar Stabilitas Nasional
Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya peran Jawa Timur sebagai barometer nasional. Beliau mengapresiasi kondisi yang damai dan tenang selama Ramadhan tahun ini. Kehadiran Kapolri di Jawa Timur, menurut KH Miftahul Akhyar, menunjukkan eratnya sinergi antara Polri, masyarakat, dan ulama. Hal ini, menurutnya, merupakan bukti bahwa menjaga keamanan dan ketertiban merupakan bagian dari nilai ibadah puasa.
Acara Safari Ramadhan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua MUI KH Anwar Iskandar, Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat KH Agoes Ali Masyhuri, dan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Syaifudin Chalim. Kehadiran para tokoh agama dan masyarakat lainnya semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan kerukunan di Jawa Timur.
Kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan kepolisian menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Jawa Timur dapat tetap kondusif dan aman, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk.
Kondusivitas Jawa Timur: Cerminan Keharmonisan
Kondusivitas yang terjaga di Jawa Timur selama bulan Ramadhan menjadi bukti nyata dari keberhasilan sinergi antara berbagai pihak. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama yang solid dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Keberhasilan ini patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Kehadiran Kapolri dalam Safari Ramadhan ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur. Hal ini juga menunjukkan pentingnya peran Polri dalam menjaga stabilitas nasional. Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat, diharapkan Jawa Timur dapat tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif.
Ke depan, sinergi ini perlu terus ditingkatkan untuk menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul. Dengan kerja sama yang solid dan komitmen bersama, diharapkan Jawa Timur dapat tetap menjadi barometer nasional dalam menjaga stabilitas dan kerukunan.
Kesimpulannya, Safari Ramadhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Pemprov Jatim dan Polri untuk menjaga stabilitas nasional. Kerja sama yang erat antara berbagai elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di Jawa Timur.